Sabtu dalam Masa Biasa XVII

30 Juli 2011
Im 25: 8-17  +  Mzm 67  +  Mat 14: 1-12
 
 
 
Lectio :
Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.
 
 
Meditatio :
'Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya'.
Itulah komentar Herodes tentang kehadiran dan penampilan Yesus. Dia memang tidak tahu banyak tentang Yesus. Pengharapan Israel akan datangnya Mesias sepertinya tidak tertangkap olehnya. Namun kiranya mulai sekarang, Yesus akan menjadi perhatiannya, terlebih Yesus mampu menggerakkan massa yang lebih besar daripada Yohanes; karena memang Dia tidak seperti nabi-nabi dan para ahli Taurat. Dia mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa.
Herodes  mempunyai pengalaman pahit dengan Yohanes Pembaptis.  Pertama, teguran Yohanes pada Herodes atas perkawinannya dengan Herodias,  sepertinya amat menyakitkan dirinya. Kata Yohanes kepadanya: 'tidak halal engkau mengambil Herodias!', isteri Filipus saudaranya. Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Kedua, Herodes termakan kata-kata mulutnya sendiri, yakni ketika pada hari ulang tahunnya, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hatinya, sehingga dia bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Dia pun terpaksa mengikuti permintaan anak perempuan itu ketika dia menjawab: 'berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam'. Herodes termakan oleh kata-katanya sendiri. Yesus pun tahu akan peristiwa itu, karena murid-murid Yohanes Pembaptis memberitahukannya kepadaNya.
Herodes melihat Yesus, sang Penyelamat, dalam perasaan takut dan gelisah atas perbuatan yang telah dilakukannya. Dia merasa kuatir dan was-was atas tindakan yang telah dilakukan. Karya penyelamatan Allah sungguh menakutkan! Ini sungguh bertolakbelakang dengan Kehendak Allah. Sebab semenjak awal Allah meminta umatNya untuk mengenangkan karya indah yang telah dikerjakan Allah. Setiap orangharus berani mengagungkan karya agung  Allah. Tahun  Yobel, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi adalah Tahun milik Tuhan. Tahun  Yobel harus dirayakan sebagai kenangan indah akan karya Tuhan Allah, karena memang hanya Allah yang patut dipuji dan disembah, hanya Dialah yang patut dihormati dan dikagumi,  dan tidak ada yang lain. 'Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu', tegas Tuhan Allah kepada umatNya melalui Musa nabiNya.
Kehadiran Tuhan kiranya semakin menjadi kerinduan banyak orang, karena Dia menyelamatkan!  Pengalaman Herodes adalah pengalaman seorang pribadi yang dikungkung oleh dosa; sebuah pengalaman yang sudah ditinggalkan banyak orang. Banyak orang semakin merindukan pengalaman akan Allah.
Kiranya kehadiran kita dalam komunitas kehidupan juga menjadi berkat bagi setiap orang.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus Kristus, Engkaulah Penyelmat kami. Semoga kami semakin merindukan kehadiranMu yang memberikan kehidupan dan penghiburan dalam perjalanan hidup sehari-hari. Sebaliknya, bila kami ingat akan segala dosa dan kesalahan yang telah kami perbuat, jadikanlah kami orang-orang yang berani merundukkan diri di hadapanMu, dan memang pada saat itulah kesempatan indah  bagi kami untuk memohon pengampunan dan belaskasihMu.  Amin .
 
 
Contemplatio :
          Engkaulah sang Penyelamatku, ya Yesus.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening