Sabtu Masa Biasa XVI

23 Juli 2011
Kel 24: 3-8  +  Mzm 50  +  Mat 13: 24-30
 
 
 
Lectio :
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
 
 
Meditatio :
'Maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?'
Permintaan inilah yang kiranya merupakan  langkah praktis dan cepat menyelesaikan masalah munculnya ilalang. Sebab ilalang tadi adalah tindakan musuh yang tidak bertanggungjawab, yang ditaburkan pada waktu semua orang tidur. Mencabuti ilalang akan memberi kesempatan tanaman gandum semakin banyak mengembangkan diri dan menghasilkan banyak buah; pusat perhatian sang empunyai tuaian juga hanya satu. Mencabuti ilalang adalah tindakan yang tepat dan berdaya guna.
'Jangan', tegas sang empunya tuaian, 'sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu'. Sebab kedua jenis tanaman ini hampir mirip bentuknya, kemungkinan tercabut dua-duanya amatlah besar. 'Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai'. Tentunya kedua tanaman ini akan semakin menguatkan dirinya masing-masing. Sangat disayangkan memang, bila tanaman gandum itu mati oleh desakan ilalang, karena  memang gandumlah yang diharapkan dan bukannya ilalang. Minimal biji gandum akan bertahan dari desakan ilalang, sebaliknya malahan menghasilkan banyak buah, sebagaimana diharapkan.
'Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Ini menunjukkan adanya kesabaran dari sang empunya tuaian untuk menanti dan menantikan hasil panenannya. Dia menanti dengan setia proses perjalanan hidup ciptaanNya. Dia tidak mudah bermain tangan besi dan kasar, walau ada hak untuk itu,; dan Dia pun tahu dengan tepat bahwa: ada ilalang-ilalang yang akan diikatNya dan dimasukan dalam api. Kesabaran hati Tuhan dalam menantikan jalan proses kehidupan amatlah patut ditiru dan diteladani. Dia punya kuasa tetapi tidak menampilkan diri sebagai penguasa.  Sekali lagi, ada baiknya kita teladani, apalagi kalau kita merasa bahwa kita memang tidak punya kuasa!
Keteguhan untuk bertahan dari desakan ilalang kehidupan itulah, yang diungkapkan  bangsa Israel dalam bacaan pertama tadi, mereka berjanji untuk setia hidup sepadan dengan kehendak Tuhan. Pada waktu itu diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: 'segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan'. Dan Kemudian Musa meneguhkan kemauan baik mereka dengan mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: 'inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini'.
          Kiranya kita adalah orang-orang yang juga berani bereru-seru:  'segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan', karena memang kita adalah orang-orang yang menghendaki keselamatan. Sebab Tuhan Allah kita adalah pengasih dan penyayang.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena kami boleh hidup di daerah yang majemuk atas budaya dan kepercayaan. Engkau menciptakan semuanya baik adanya. Semoga Engkau melimpahkan kebijaksanaan dalam hidup kami, agar kami bertahan dalam kebersamaan hidup, terlebih atas pilihan hidup kami, bahwa Engkau satu-satunya jalan,  kebenaran  dan hidup kami.
Yesus, curahkalah kasihMu kepada kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          FirmanMu adalah kebenaran dan hidup!
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening