Selamat Pesta ya Elia

20 Juli
Hari Raya Nabi Elia
 

 
Apa kerjamu di sini, hei Elia?
Apakah engkau tidur-tidur dan bermalas-malasan saja kerja di sini,
mentang-mentang engkau sudah Aku angkat menjadi nabiKu?
Apakah engkau sudah begitu berat menggerak tangan dan tubuhmu
karena memang kemapanan hidup di tempat ini?
Apakah engkau sungguh-sungguh terbuai dengan keindahan tempat tinggalmu?
Apakah engkau sudah enggan bergerak?
Keenggananmu untuk tidak mau bergerak dan berpindah
membuat engkau jenuh dan sakit.
Engkau bagaikan burung dalam sangkar
yang memang bisa hidup hanya karena subsidi makanan.
Apakah engkau akan mati hanya gara-gara tempat tinggalmu?
 
Bangunlah engkau, hei Elia
Janganlah engkau hanya duduk-duduk di situ
Hanya berpamer kepandaian di kandang sendiri
Tekunilah ilmu tentang kehidupan, dan bukan yang lain
Pelajarilah hidup yang berguna bagi sesame
Kendalikanlah hidup pada lingkaran keselamatan.
 
Aku bekerja segiat-giatnya demi Tuhan Allah semesta alam.
Karena Engkau telah banyak berbuat baik kepadaku
Engkau telah memberi aku pedang yang bernyala-nyala
Engkau telah mengabulkan doaku yang menurunkan hujan
Engkau memberi kekuatan kepadaku untuk mengalahkan nabi-nabi baal.
Namun engkau juga menjungkirbalikan aku di hadapan Isabella
Issabela, engkau mempermalukan aku
Namun membuat  aku sadar bahwa
semuanya itu tidak berasal daripadaku sendiri
Aku malahan hanya menyimpannya dalam bejana tanah liat
Aku tidak mampu membeli wadah yang kuat ala tupper-ware
sebagairasa terimakasihku atas pemberianMu
Aku pun banyak diharapkan orang-orang Israel untuk datang kembali
Tiada seorang Israel yang tidak mengenal aku
Engkau pun malahan menampakkan aku dalam kemuliaan di gunung
bersama saudaraku Musa.
Petrus Yakubus dan Yohanes merasa bangga atas semuanya itu
dan biarlah kemah-kemah itu didirikan Petrus dalam kebersamaan
namun Engkau lebih menghendaki kalau sekarang ini mereka hanya mendengarkan  dan mendengarkan suaraMu.
Sebab hanya dengan mendengarMu aku mengenal Engkau
Aku mengenal Egkau bila memang sering mendengarkanMu.
Jadikanlah aku pendengar-pendengarkan sabdaMu yang tidak menipu diri,
melainkan untuk siap melaksanakannya, sebab aku ingin bekerja segiat-giatnya
demi Tuhan semesta alam.
 
Aku hanya hamba yang tidak berguna
Aku hanya melakukan yang menjadi kehendakMu,
Sekali lagi aku ini hambaMu Tuhan
terjadilah padaku menurut kehendakMu.
Sebab bukankah Engkau mengetahui kapan aku berdiri dan kapan aku berbaring
Engkau mengetahui isi pikiranku.
Engkapun tahu apa yang menjadi pikiranku
Engkau pun tahu apa yang hendak aku katakan.
 
Aku berserah kepadaMu.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening