Selasa Biasa XIV

5 Juli 2011
Kej 32: 22-32  +  Mzm 17  +  Mat 9: 32-38
 
 
 
Lectio :
Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
 
 
Meditatio :
Ada seorang bisu yang kerasukan setan; dan setelah setan itu diusir oleh Yesus, dapatlah orang bisu itu berkata-kata.
Ada setan yang mampu membisukan. Apakah orang itu memang tiba-tiba bisu? Tidak perlu kita bahas. Namun yang jelas Yesus mampu mengusir setan yang membuat seseorang menjadi bisu. Pertama,  heranlah orang banyak yang melihat peristiwa itu, katanya: 'yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'. Peristiwa semacam ini baru terjadi sekarang ini. Mereka belum pernah mendengar dan bahkan melihat langsung peristiwa yang mengagumkan ini. Belum pernah ada para ahli Taurat, ataupun orang Farisi dan Saduki yang mampu megusir setan. Kedua,  sebaliknya, mereka orang-orang Farisi berkata: 'dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan'. Bisa juga memang. Namun mungkinkah Yesus bersekutu dengan penghulu setan? Yesus meminta bantuan penghulu setan? Allah tidak akan bersekutu dengan kejahatan. Allah malahan membinasakan kejahatan! Atau memang tidak adakah persatuan setan-setan sampai saat itu, sehingga mereka saling membinasakan? (Mat 12: 25-26).
Ada baiknya setiap orang memberi komentar tentang sesuatu berdasarkan peristiwa nyata, bukan berdasarkan perkiraan pribadi. Alexia itu cantik; karena memang dia cantik, bukan karena perkiraan dan kemauan saya. Santoso itu ganteng, karena memang dia gagah perkasa dan menawan, bukan karena karena penilaian saya. Saya harus berani melihat apa adanya dan menerimanya, bukan berdasar gambaran saya tentang dia.
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Yesus melanjutkan perjalananNya. Pewartaan Injil Kerajaan Surga menjadi focus karya pelayananNya, karena memang kehendak Allah, agar semua manusia beroleh selamat. Injil adalah sabda Allah. Dia menyampaikan kehendak dan keinginanNya, menunjukkan jalan hidup yang harus ditempuh oleh umatNya agar mereka semua beroleh keselamatan dan dibangkitkan pada akhir jaman. Perhatian, sapaan, dan pendampingan yang merangkul, menyatukan dan mengarahkan semua orang kepada keselamatan amatlah penting dalam mendengarkan sabdaNya. Dan itulah memang yang diminta Yesus, sang Gembala, ketika melihat orang banyak itu, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'.
Hanyalah dalam kesatuan hati dan penggembalaan, kehendak dan kebenaran Allah dapat dinikmati dan dirasakan oleh dunia. Gereja telah membuktikannya dalam perjalanan sejarah umat manusia. Tak jarang memang ada banyak pandangan dan penafsiran akan kehendak Tuhan yang berbeda maksud, waktu dan tempatnya. Setiap ayat Kitab Suci harus dipelajari dan dipahami berdasar konteks jamannya, direnungkan kembali dalam terang Roh Kudus guna menemukan pesan yang hendak disampaikan Tuhan Allah sendiri kepada umatNya. Semenjak awal Petrus sebagai penanggungjawab didirikan GerejaNya pernah mengingatkan: 'yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah' (2Pet 1: 20-21).
Kiranya ada baiknya, kita umat beriman berinisiatif dan mengkondisikan diri, agar di antara anggota keluarga kita, mempersiapkan diri menerima ajakan Tuhan Yesus menjadi pekerja-pekerja  bagi kebun anggurNya, karena memang tuaian begitu banyak, tetapi pekerjanya sedikit. Kesediaan keluarga mengkondisikan diri untuk siap sedia menjawab panggilanNya menjadi pekerja-pekerjaNya adalah bentuk rasa syukur dan terima kasih kita kepada Tuhan Yesus, yang telah mendahului menyanyangi dan memperhatikan kita. Ada banyak memang keluarga, yang mendukung program-program seminari dengan penyediaan dana, tetapi belum terasa tampak gerakan keluarga-keluarga yang membiarkan Allah memanggil putera-puteranya ambil bagian dalam karya penggembalaan.
          Kiranya beranilah kita menanggapi pertanyaan-pertanyaan ini: sejauhmana keluarga menawarkan kepada anak-anaknya agar mempunyai cita-cita menjadi imam? Sejaumana keluarga memperkenalkan pendidikan seminaris kepada anak-anak semenjak usia dini? Pernahkan keluarga mengajak anak-anak berkunjung ke seminari-seminari? Atau pernahkah masing-masing keluarga dalam kegiatan doa bersama menyampaikan intense doa untuk para calon imam? Apakah kita merasa kehilangan, bila anak kita berkeinginan menjadi imam? Keluarga-keluarga hendaknya berinisiatif dan menawarkan diri, agar anggota keluarganya siap sedia bekerja di kebun anggur Tuhan, sebab kemauan baik ini pasti akan dimurnikan oleh Tuhan Yesus dan mendapatkan perhatianNya. Hari Minggu Panggilan hendaknya dirayakan oleh umat beriman, dan bukan hanya dalam liturgy.
 
 
 Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu atas pendampinganMu selama ini, atas penggembalaanMu melalui para saudara kami yang ambil bagian dalam sakramen imamat. Kuasailah mereka dengan Roh KudusMu sendiri, agar hanya RohMu yang menguasai dan membimbing mereka. Khusus bagi mereka yang berkarya di daerah pedalaman, semoga Engkau sendiri yang menjadi penghiburan dan sukacita mereka, sehingga semakin menemukan kemurahanMu di tengah-tengah pelayanan mereka.
Yesus, tumbuhkembangkan panggilanMu di dalam keluarga kami. Kami berserah kepadaMu. Kami siap bila Engkau  menghendaki anak-anak kami menjadi pekerja-pekerja untuk  tuaianMu yang melimpah. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Mintalah kepada sang Empunya tuaian, agar mengirimkan para pekerja-pekerjaNya.
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening