Selasa Masa Biasa XV

12 Juli 2011
Kel 2: 1-15  +  Mzm 69  +  Mat 11: 20-24
 
 
 
Lectio :
Yesus mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."
 
 
 
Meditatio :
Ha-ha, terlalu!
Itulah komentar saya spontan ketika membaca dan merenungkan Injil hari ini, dan langsung saya tuliskan dalam renungan ini.  Terlalu memang, banyak mendapatkan, tetapi tidak ada sedikit pun rasa syukur dan terima kasih.
Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!
Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
Ketidakmauan orang-orang Khorazim, Betsaida dan Kapernaum untuk bertobat, sebagai tanggapan atas kasih karunia Tuhan yang mereka terima, tidak menyenangkan hati Tuhan. Hati Yesus sedih!
Tuhan Yesus pamrih?
Tuhan Allah tidak pernah pamrih. Sebab Allah itu kasih. Pertobatan adalah usaha mendekatkan diri kepada keselamatan. Segala kasih karunia diberikan Allah,  agar seluruh umatNya semakin tersemangati merindukan dan mendekati Sumber keselamatan itu. Dia melimpahkan kasih karunia hanyalah untuk keselamatan umatNya, dan bukan untuk tebar pesona. Ketidakmauan seseorang bertobat sama sekali tidak mendatangkan berkat; Yesus mengingatkan: 'pada hari penghakiman, tanggungan Tirus, Sidon dan Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu'. Ketidakseriusan memanfaatkan  aneka karuniaNya dengan benar mendatangkan hukuman.
Kalau kita telisik lebih dalam, pertobatan lebih berharga dan bernilai dari ucapan syukur atau terima kasih. Pertobatan tidak cukup hanya terlontar dari bibir yang manis, tetapi harus terungkap nyata dalam tindakan dan perbuatan. Sebab pertobatan adalah pilihan pribadi untuk melaksanakan kehendak Tuhan, bukan berhenti dalam ucapan syukur atas pemberianNya, 'saya mau melakukan kehendakNya, karena memang Dia telah membantu dan meringankan langkah saya untuk melakukan sesuatu,  yang mendatangkan keselamatan pada diri saya'. Pertobatan tidak semata-mata diartikan meninggalkan aneka dosa dan kesalahan, sebab bila Kristus Tuhan adalah pilihan utama dalam hidupku, maka semua yang berlawanan dengan Dia akan aku tinggalkan dan abaikan.
Ada baiknya kita manfaatkan segala kasih karunia yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita. Kita manfaatkan untuk mengikuti Dia!
 
 
 
 Oratio :
 
 Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami ini orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu, juga berani menggunakan segala kebaikan yang kami terima daripadaMu sebagai penopang dalam melaksanakan kehendakMu, sebab kami mudah kali jatuh dalam dosa, minimal kami mudah mencari kepuasan diri. Yesus, teguhkanlah hati dan budi kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Terpujilah Engkau ya Tuhan
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening