Selasa Masa Biasa XVI

19 Juli 2011
Kel 14:21 – 15:1  +  Mzm  +  Mat 12: 46-50
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."
Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
 
 
Meditatio :
'Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'.
Entah kenapa ibu dan saudara-saudara Yesus datang dan hendak menemui diriNya. Namun karena banyaknya orang yang mengerumuni Yesus, 'ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya hanya berdiri di luar' menunggu kesempatan untuk berjumpa dengan Dia. Semua orang ternyata amat menghormati mereka juga. Pemberitahuan oleh salah seorang kepada Yesus bahwa ibu dan saudara-saudaraNya ada di situ mencariNya adalah buktinya; mereka memberi kesempatan kepada Yesus untuk menemui keluargaNya terlebih dahulu.
'Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?', tegas Yesus kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Tentunya pertanyaan Yesus ini mengagetkan banyak orang. Apakah Yesus tidak mengakui mereka? Apakah Yesus hendak mempermalukan mereka di hadapan banyak orang? Apakah Yesus memang malu dengan keberadaan keluargaNya?
Pertanyaan Yesus malahan membuka wawasan baru. Tentu mungkin ada perasaan bangga mempunyai salah seorang saudara sekeliber Yesus, Seseorang yang memang pada waktu itu sedang naik daun, karena karya dan pekerjaanNya. Sambil  menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus berseru: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Yesus memperluas persaudaraan dengan diriNya, bukan saja mereka yang memang terikat oleh sejarah keluarga, tetapi lebih meluas kepada setiap orang yang melakukan kehendak Bapa di surge; yakni mereka orang-orang yang mempunyai pekerjaan yang sama dengan diriNya, yakni mereka yang melakukan kehendak Bapa. Kesatuan dengan Yesus berada dalam kesatuan dengan pekerjaan yang dikehendaki Bapa.
Namun di lain pihak, dapat kita mengerti bahwa penyebutan Yesus akan siapakah saudara dan saudariNya itu malahan mempersempit dan sekaligus memurnikan persaudaraan yang ada selama ini. Sebab banyak mungkin orang yang menyebut dirinya kristiani, murid-murid Yesus dan memang mereka bangga dengan sebutan dan gelar itu, tetapi Yesus mengingatkan dan memurnikan sebutan itu. Sebutan itu hanya sungguh-sungguh layak dan pantas digunakan oleh orang-orang yang benar-benar  menghayati imannya, yakni mereka yang melakukan tugas-tugas yang telah dikerjakanNya, sebagaimana kehendak Bapa. Tidaklah cukup bagi orang-orang hanya bangga dengan sebutan  diri sebagai saudara-saudari Kristus, karena memang telah dipersatukan dalam baptisan kudus, melainkan lebih menuntut pada karya dan tindakan nyata yakni melakukan kehendakNya sendiri. Panggilan itu hendaknya menjadi bekal dan modal bagi setiap orang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Bapa.
Karena alasan ini pula dapat kita mengerti bahwasannya mengapa Yesus menegaskan bahwa 'Dia datang bukan untuk membawa damai, melainkan membawa pedang, karena memang Dia memisahkan untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya' (Mat 10: 34-36). Dia datang hendak memurnikan orang-orang yang memang jauh-jauh telah lama menyebut dirinya sebagai para muridNya. Bahkan mereka yang begitu mengikatkan diri dalam keluarga dan mengabaikan kehadiranNya akan mengalami pemisahan oleh pedangNya yang tajam.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau telah mengangkat kami menjadi saudara dan saudariMu. Semoga relasi kasih yang boleh kami nikmati ini semakin menguatkan kami dalam setiap langkah hidup kami mengenal Engkau, yang hadir dalam diri sesame kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Inilah saudara dan saudariKu.
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening