Senin dalam Masa Biasa XVIII

1 Agustus 2011
Bil 11: 4-15  +  Mzm 81  +  Mat 14: 22-36
 
 
 
Lectio :
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."
Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
 
 
 
Meditatio :
'Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ'.
Seorang Yesus Tuhan masih menyempatkan diri untuk berdoa dan berdoa. Dia menyembuhkan banyak orang dan mempergandakan banyak roti, sebagaimana kita renungkan dalam hari Minggu kemarin. Dia membuat segalanya baik adanya. Namun dengan setia, Yesus berdoa dan berdoa kepada Bapa di surge. Orang sehebat itu masih berdoa dan berdoa. Kiranya menjadi pembelajaran kita untuk setia berkanjang dalam doa. Doa adalah sebuah pembicaraan seorang pribadi dengan Tuhan Allah; ada baiknya kita selalu mendengarkan dan berbicara denganNya, agar kita semakin mengenal dan akrab denganNya.
'Tenanglah! Aku ini, jangan takut!'.
Seru Yesus kepada para muridNya. Yesus menenangkan mereka, karena mereka terkejut dan ketakutan, ketika kira-kira jam tiga malam Dia berjalan di permukaan air, bahkan ada di antara mereka yang berseru: 'itu hantu!'. Mereka kaget dan terkejut, karena memang Yesus menampilkan sesuatu yang di luar kemampuan mereka. Yesus mengatasi hokum alam. Teriakan itu hantu hanya sebuah ungkapan ketidaberdayaan mereka melihat kenyataan ilahi yang selalu menampakkan keagungan dan kedahsyatan Tuhan
'Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air', itulah keberanian Petrus, yang memang tidak mudah menerima segala suatu yang di luar kemampuan akal budinya. Kebenaran itu harus dibuktikan! 'Datanglah!', jawab Yesus.  Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di permukaan air mendapatkan Yesus, tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: 'Tuhan, tolonglah aku!'. Kebenaran itu sungguh nyata, bahwa Dia adalah Yesus, sang Guru mereka, yang berkuasa atas semesta alam. Namun tak dapat disangkal bahwa menikmati kebenaran bukanlah hal yang mudah; perlu  kepastian dan keutuhan hati dan jiwa, dan itulah yang tidak dimiliki Petrus saat itu; dan robohlah dia!
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: 'hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'. Kepastian dan keutuhan hati dan jiwa tidak dimiliki Petrus, maka robohlah dia. Kepercayaan diri dalam bertindak amatlah penting; keragu-raguan dan kekuatiran akan melemahkan diri dan merobohkan.
Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah; dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: 'sesungguhnya Engkau Anak Allah'. Hanya Tuhan Allah memang yang mampu bertindak seperti itu. Allah berkuasa atas alam semesta dan seluruh ciptaan. Yesus berkuasa dan mengatasi segala. Yesus sungguh-sungguh Allah yang datang untuk menyelamatkan umatNya. Tepatlah memang arti namaNya Yesus itu Allah yang menyelamatkan. Hanya dengan menyebut dan mengulang-ulang namaNya: : Yesus, Yesus,  berati kita mengungkapkan iman kepercayaan kepadaNya.
Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. Sungguh Yesus membuat segala-gala baik adanya.
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Situasi galau dan kacau inilah. kiranya yang mendukung ketidakpastian dan keutuhan jiwa, sebagaimana dialami para murid. Kesulitan dan kesusahan memang seringkali membuat kita tidak tentram. Perasaan ditinggalkan dan dibiarkan oleh Tuhan Allah bisa semakin menguat; bukankah mereka sebelumnya melihat keagungan sang Guru, tetapi kenapa sekarang mereka dibiarkan di dalam perahu. Badai kehidupan menerpa mereka, bukan sebagai pribadi saja melainkan sebagai komunitas. Musa, seorang nabi besar, mengalami kegalauan iman dalam mendampingi umat yang dipilih Allah. Katanya tadi dalam bacaan pertama: 'mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini? Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya? Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan. Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku'.
          Kesulitan hidup dan ketidaksiapan mental seseorang akan mengaburkan kehendak Tuhan yang selalu baik adanya. Kemapanan hidup juga tak jarang membuat seseorang malahan menyalah Tuhan dan menggerutu kepadaNya, apabila mendapatkan cobaan hidup.
          Bagaimana kita?
 
 
Oratio :
 
Yesus teguhkanlah iman kepercayaan kami, agar kami kuat dalam menghadapi aneka tantangan hidup. Engkau tidak membiarkan kami sendirian ya Yesus, maka teguhkanlah iman dan harapan kami, agar kami setia dalam berhadapan dengan kehidupan ini dalam mengabdi Engkau.
Ya santo Alfonsus, doakanlah kami, Amin.
 
 
Contemplatio :
          Yesus, Yesus
 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening