Senin Masa Biasa XVI

18 Juli 2011
Kel 14: 5-18  +  Mzm  +  Mat 12: 38-42
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"
 
 
Meditatio :
'Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu'.
Itulah permintaan beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus. Sepertinya mereka akan mengakui Yesus, kalau Dia mengikuti kemauan mereka. Sebab jauh-jauh sebelumnya Yesus telah beberapa kali mengadakan mukjizat dan bahkan pengusiran setan, tetapi semuanya itu belum memberi jawaban kepada mereka. Kepuasan seseorang terjawab, kalau keinginannya terpenuhi; sebaliknya segala tindakan apapun yang lebih agung dan mulia tidaklah mendapatkan perhatian, bila memang tidak sesuai dengan keinginannya. Itulah kita orang. Menilai sesuatu hanya berdasarkan kemampuan diri sendiri, bukan berdasarkan keberadaan apa yang dikenalnya.
'Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam', tegas Yesus. Yesus tidak memberi mereka tanda baru, Yesus tidak mau dikendalikan mereka. Namun seperti Yunus yang berada dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga diriNya akan tinggal di dalam makam tiga hari tiga malam. Inilah tanda agung dan mulia bagi seluruh umat manusia. Kematian dan kebangkitan Kristus akan menjadi tanda yang menyelamatkan, bukan hanya bagi angkatan mereka, melainkan bagi seluruh bangsa.
'Kalau orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, ataupun ratu dari Selatan datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus dan Salomo!', demikianlah seharusnya banyak orang lebih berani datang kepada Yesus. Namun tidaklah demikian!
Iman seharusnya bersifat pribadi. Sebuah relasi antara seorang pribadi dengan Tuhan yang mahakasih. Kebersamaan hidup adalah ungkapan dan sekaligus wadah pengungkapan iman itu, karena memang di situlah kemurnian iman dinyatakan dan dibuktikan. Hidup bersama meneguhkan penghayatan iman seorang pribadi. Kekhusukan seseorang haruslah dibuktikan secara nyata dalam relasi dengan sesamanya. Keindahan seseorang dalam berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, hendaknya tampak nyata dalam pergaulan sehari-hari. Adalah kebohongan belaka bila keindahan doa tidak tampak nyata dalam relasi seseorang dalam pergaulan. Main mata, cibiran senyum, main sikut dan gelengan kepala seharusnya tidak akan terjadi dalam sebuah persaudaraan yang mengutamakan hidup doa!
Iman seharusnya bersifat pribadi. Saya memilih Tuhan karena memang Dia telah banyak berbuat baik padaku. Tak jarang sekarang ini berlaku iman rombongan. Ke mana banyak orang mengarah ke sana juga saya ikut. Iman popular! Ada iman yang lagi berziarah, ada iman yang memakai koronka, ada iman yang bernyanyi kharismatik, ada iman yang berkalung rosario dan ada iman yang bermeditasi. Bukannya tidak boleh kita mencoba dan belajar pelbagai metode dan tekhnik pendekatan diri kepada yang ilahi. Bukannya tidak boleh kita mengembangkan hidup rohani. Keterbukaan akan Allah adalah pengenalan akan sabda dan kehendakNya, dan membiarkan diri dibimbing oleh RohNya yang kudus. Namun syukurlah, tak jarang persaudaraan memurnikan semangat doa orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Allah.
Kegelisahan bangsa Israel sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama juga menunjukkan kegelisahan banyak orang dalam mencari Allah. Di satu pihak, ada kepercayaan diri bahwa Allah mengasihinya, tetapi di lain pihak, tidak betah dengan rutinitas perjalanan hidup, malahan ada keinginan kembali ke masa lampau yang sama sekali tidak memberikan kebebasan hidup. 'Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini'. Orang-orang Israel tidak mau merasakan pembebasan diri. Mental budak  dan upahan, tunggu diperintah dan tiada kemandirian hidup itulah tanda-tanda kemapanan di Mesir.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus,  kami mudah sekali meremehkan orang lain, karena kami sering terperangah hanya pada penampilan seseorang atau karena memang kami tidak mengenal orang lain dengan baik. Lembutkanlah hati kami ya Yesus, agar kamu berani menghormati orang lain, sebagaimana Engkau telah mengasihi kami, Engkau telah menghargai kami, walau tahu bahwa kami orang berdosa, malahan Engkau mengundang kami untuk datang kepadaMu.
Yesus kasihanilah kami.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Yang ada di sini lebih dari Salomo.  Dia itu Yesus!
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening