Hari Raya Santa Maria terangkat ke Surga dengan mulia

Minggu, 14 Agustus 2011
Why 12: 1-10  +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56
 
 
 
Lectio :
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
 
 
Meditatio :
'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'.
Inilah pujian sukacita Elizabet kepada Maria. Ia terpanggil untuk memuji Maria, karena ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Ia merasa bahagia dan bahagia atas kunjungan Maria, perempuan muda yang dikenalnya itu. Sebab Maria sungguh 'terberkati di antara semua perempuan',  dia bukan sembarang perempuan. Maria adalah seorang yang berakhlak mulia, seorang yang suci dan berhati mulia. Maria adalah seorang pemberani di hadapan Tuhan. Seorang pemberani, karena dia mengamini kehendak dan kemauan Tuhan Allah, dia menyetujui program mulia dari Allah sendiri untuk datang ke dunia.  Elisabet yang penuh dengan Roh Kudus tahu siapakah yang ada dalam diri Maria,  terberkatilah buah rahimnya', karena Maria siap sedia menjadi tempat kediaman Yesus sang Putera Allah yang hidup.
'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?', tegas Elizabet, sebab dibandingkan dengan Maria, siapalah dirinya. Maria adalah ibu Tuhan, sebab yang ada dalam kandungannya adalah Tuhan Yesus, sang Mesias, Firman Allah yang hidup. Anakku pun, yang ada dalam rahimku, ikut bersukacita dan bergembira menyambut kedatanganNya, yang sama-sama adalam dalam rahim seorang perempuan.  'Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Maria patut dipuji bahagia, sebab 'ia telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Maria adalah seorang pendengar dan pelaksana kehendak Tuhan!
Melihat keluhuran dan kesucian Maria, seorang ibu sekaligus seorang murid yang paling setia; seorang ibu yang setia menggendong dan memandang wajah Yesus semasa kecilNya, seorang ibu yang sabar mencari dan mencari Yesus yang harus tinggal di bait Allah, rumah BapaNya (Luk 2: 49), seorang ibu yang setia sampai berdiri di dekat kayu salib (Yoh 19: 25), ketika Yesus dimuliakan; dan mendekapNya kembali setelah Dia diturunkan dari salib sebelum dimakamkan, seorang ibu yang dikandung tanpa noda dan hatinya tertembus sebilah pedang (Luk 2: 35), layak dan pantaslah kalau hari ini Gereja mengenangkan dia yang terangkat ke surge, menikmati kemuliaan surge mulia. Maria pastilah orang urutan pertama, setelah sang Putera sulung kebangkitan, masuk dan tinggal bersama Yesus sang Empunya Kerajaan Surge mulia, sebagaimana dikatakan dalam surat pertama Paulus kepada umat di Korintus tadi: 'Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal; kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia, sama seperti maut datang karena satu orang manusia. Karena itu, sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya'.
          Kalau beberapa orang lumpuh disembuhkan, Bartimeus yang  buta, anak pegawai istana yang sakit, anak perempuan Fenesia yang sakit disembuhkan dan diselamatkan, bahkan seorang penjahat yang bertobat diingat oleh Yesus secara khusus, apalagi tentunya Maria pasti menjadi seseorang yang menduduki urutan pertama dari kita semua 'yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya'.  Kehendak Allah agar kita semua beroleh keselamatan. Maria menjadi orang pertama yang menikmati kebangkitan dan kemuliaan surgawi, karena kasih Allah sendiri tinggal dalam dirinya, kemurahan hati Yesus memenuhi hati dan budinya.
          Kalau Maria boleh menikmati kemuliaan surgawi, kita pun pasti juga akan diijinkan menikmatinya. Karenaitu, ada baiknya kita pun bersikap seperti Maria dalam menanggapi kasih karunia Tuhan. 'Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu'. Kasih Tuhan yang menyelamatkan; baiklah kita merunduk diri kepadaNya. Sembari bersenandungkan pujian bersama Maria, kita rasakan sungguh kasih Tuhan yang banyak menyertai kita. Segala-galanya telah banyak diperbuat kepadaku oleh Tuhan yang mahakuasa, kuduslah namaNya.
'Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'.
 
 
Oratio :
 
 Yesus, Engkau mengangkat Maria, bundaMu ikut serta menikmati kemuliaan surgawi bersama Engkau. Semoga kerinduan kami akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal semakin melekat dalam diri kami dan mengarahkan setiap langkah hidup kami menuju masa depan yang lebih baik dalam naungan kasihMu.
Ya Maria, doakanlah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Aku mengangungkan Tuhan
          Sebab Ia memperhatikan daku hambaNya yang hina ini.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening