Jumat dalam Masa Biasa XVIII

5 Agustus 2011
Ul 4: 32-40  +  Mzm 77  +  Mat 16: 24-28
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."
 
 
Meditatio :
'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.
Penyataan Yesus amat tegas! Dia menentukan siapa saja yang dapat mengikuti diriNya, Dia mempersilahkan setiap orang mengakui dirinya sebagai pengikutNya; asal saja, pertama: ia harus berani menyangkal dirinya, dan bukannya mengutamakan diri sendiri, dia harus mampu mengatasi segala bentuk kecenderungan yang memang hanya ingin mencari kepuasan diri, dia harus berani menomerduakan diri sendiri, kedua: memikul salibnya, artinya siap sedia menghadapi aneka tantangan hidup yang memang tidak mengenakkan, siap capek dan bahkan kelelahan, karena sepertinya salib kehidupan akan selalu ada, dan ketiga: mengikut Aku, ini berarti segala yang diperbuat dan diajarkan olehNya harus menjadi pedoman hidup; hidup Yesus harus menjadi hidup kita.
Bagaimana kita selama ini? Mari kita tanya kepada diri kita masing-masing. Apa malahan kita malahan hanya menyang kali (Jawa: pergi ke sungai) untuk mencari kepuasan diri; atau memaku salib, karena memang kita takut menderita atau malas berusaha; atau kamu semua mengikuti aku, karena kita hanya ingin diperhatikan dan dilayani orang lain?
Taruhan segala-galanya itu adalah nyawa atau hidup itu sendiri. Sebab 'apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?'. Hidup amatlah berharga daripada segala ciptaan lainnya, dan tidak ada yang bisa menandingi dan menggantikannya. Hidup adalah anugerah paling indah yang diberikan Tuhan kepada ciptaan yang paling disayangiNya, yang sesuai dengan gambarNya sendiri. Kita diminta untuk menikmatinya, dan tidak menyia-nyiakannya; malahan kita diminta menjaga dan merawatnya, dan mempersembahkannya kepada Tuhan; sebab 'barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'. Sepertinya mengikut Dia, ada yang  dituntut harus berani menyerahkan nyawa bagiNya.
Jadi ada kebebasan seluas-luasnya untuk mengikuti Dia atau sebaliknya menolakNya. Mengikuti Yesus berarti mengikuti kehendakNya; mengikuti Yesus berarti beroleh keselamatan, sebab memang Dialah 'jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku' (Yoh 14: 6). Ada baiknya, kita mengikutiNya, karena kita membutuhkan keselamatan; ada baiknya, kita mengikutiNya, karena Dia mahamurah dan maharahim. Kemauan baik kita untuk mengikutiNya pasti akan mendatangkan berkat. 'Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya'.
          Bacaan pertama juga mengingatkan akan pengenalan Allah. Pertama, Tuhan Allah telah banyak berbuat kasih kepada umat Israel, karena Allah memegang teguh janjiNya, bahwa akan mengasihi selalu mengasihi umatNya: 'Allah mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini'. Kedua,  semua yang indah dan luhur akan tetap bisa dirasakan, bahkan kehadiranNya dapat dinikmati, apabila mereka berpegang teguh kehendakNya. SabdaNya tadi: 'maka berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya'.
          Keindahan kehadiran Allah akan kita nikmati terus, kalau kita pun berani mengikuti  penyataan Yesus tadi: 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, latihlah kami menjadi orang-orang yang setia memanggul salib kehidupan ini. Sebab Engkau selalu memurnikan diri kami dengan pelbagai tanda-tanda yang harus kami terima dan alami. Semuanya itu memang wujud kasihMu kepada kami, hanya saja kami sering meronta-ronta dan rewel, bila jalan mulai mendaki dan penuh duri.
Yesus teguhkanlah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening