Jumat dalam Masa Biasa XXI

26 Agustus 2011
1Tes 4: 1-8  +  Mzm 97  +  Mat 25: 1-13
 
 
 
Lectio :
"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
 
 
Meditatio :
'Ada lima orang gadis bodoh dan ada lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka'.
Sama-sama gadis, itulah yang menyamakan mereka, tetapi kemampuan yang membedakan mereka satu dengan lainnya. Ada di antara mereka yang bodoh dan ada juga yang pandai. Kemampuan yang dimaksudkan adalah pengkondisian diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi dalam setiap peristiwa hidup kita. Dan itulah yang terjadi pada saat itu, dalam Injil tadi, peristiwa di luar rencana dan kemauan bersama benar-benar terjadi, yakni ternyata mempelai lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Ketidakberdayaan mereka mengantisipasi segala kemungkinan membuat kesulitan tersendiri, karena memang kenyataan di luar diri kita tidaklah bergantung pada kemauan kita. Kondisi diri saja seringkali malahan di luar kemauan kita, kita ingin menghadapi sesuatu tiba-tiba tubuh kurang fit atau demam panggung muncul menghantui. Diceritakan tadi: tengah malam terdengar seruan: mempelai datang! Songsonglah dia!  Bingunglah mereka dan membuat mereka tergopoh-gopoh, bahkan peristiwa pahit yang tidak mereka harapkan akhirnya terjadi: setelah mereka berjuang mencari dan mencari, jawaban pahit pun terucapkan, 'sungguh aku tidak mengenal kamu'.
'Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya', tegas Yesus. Tidak berbeda jauh dengan penyataan Yesus yang kita renungkan kemarin, 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.  Kita diminta untuk selalu siap sedia, berjaga-jaga dalam setiap peristiwa hidup kita. Kita harus berani menerima segala kemungkinan peristiwa yang bisa saja terjadi dalam hidup ini, karena memang kenyataan di luar kita di luar kendali kemampuan dan kemauan kita. Terlebih-lebih siap sedia akan kehadiran sang Empunya Kerajaan Allah, sebab kedatangan sang Anak Manusia itu bagaikan pencuri di malam hari, bagaikan pengantin yang terlambat datang.
Kesepuluh gadis tadi adalah orang-orang yang terpilih, karena mereka mendapatkan undangan untuk menyambut sang pengantin. Ini adalah kehormatan! Kita pun adalah orang-orang yang terpilih dan disayangi oleh Allah, karena kita mendapatkan rahmat penebusan Kristus. Ada baiknya kita ikuti aja aturan hidup yang diberikan kepada kita; sekali lagi bukankah kita ini orang yang mengenal Allah dan Allah mengenal kita. Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan kita: 'hendaknya kamu tidak dikendalikan oleh keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu'.
Gadis-gadis yang pandai adalah orang-orang memusatkan perhatiannya pada pengantin yang akan datang; mereka memang merindukannya, mereka ingin menyambutnya. Segala kemungkinan memang bisa saja terjadi, tetapi saya harus bisa menjemput sang pengantin, karena ini semua akan menyenangkan hati sang pengantin di hari yang membahagiakan bagi mereka. Namun tak dapat disangkal saya juga merasa gembira dapat memberi yang terbaik dalam hidup ini, bila saya berjaga menyambut kedatangannya;  dengan demikian saya pun tidak akan berteriak-teriak: 'tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!' dan mendengar sahutan  'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu'.
Persoalan yang sering terjadi sekarang adalah kita bertindak bodoh, walau memang kita bukanlah termasuk kalangan gadis-gadis bodoh. Kita bertindak bodoh, karena kita acuh tak acuh dan tidak mau tahu dengan kedatangan sang Pengantin yang mengundang kita. Kita mudah tertidur dan enggan bangun menyambutNya, pertama,  karena kemalasan diri, kita merasa mapan dengan selimut tebal yang membuat badan hangat dan kita semakin terlelap kenyamanan diri; kedua, sebaliknya kita takut dan gentar menghadapi angin malam yang dapat  membuat kita gerah.
Selimut  tebal dan angin malam membuat kita enggan bangun untuk menyambut kedatangan sang Pengantin. Selimut  tebal apa yang memang sering meninabobokan kita? Angin malam apa yang membuat kita gelisah untuk menampakkan wajah dan yang merepotkan kita? Ada baiknya kita membuat sebuh rekapitulasi kehidupan.
Berani kita juga menanyakan mengapa Anak Manusia datang pada saat yang tidak disangka-sangka?
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus,  Engkau menghendaki kami agar berjaga-jaga, karena kedatanganMu yang tidak terduga-duga; dan semuanya itu dapat kami lakukan dengan melaksanakan tugas-tugas yang Engkau berikan kepada kami, dan bukannya sibuk dengan urusan dan kepentingan diri yang membutuhkan pemuasan. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening