Jumat dalam Masa Biasa

19 Agustus 2011
Rut 1: 3-6  +  Mzm 146  +  Mat 22: 34-40
 
 
 
Lectio :
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
 
 
Meditatio :
'Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?'
Sebuah pertanyaan yang diajukan salah seorang Farisi untuk mencobai Yesus; sebuah pertanyaan yang bukan dimaksudkan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang hukum Taurat, melainkan untuk menjebak Yesus, yang mereka akui sebagai Guru. Mereka, orang-orang yang tidak menyetujui kehadiran Yesus, selalu akan mempersalahkan dan menjeratNya, walau Yesus Tuhan tidak akan mampu dikalahkan.
Jawab Yesus kepadanya:
'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu'.
          Itulah hukum yang terutama dan yang pertama; dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:
'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu                 sendiri'.
Inilah hukum yang terutama dalam hidup ini, tidak ada yang menandingi dan melebihi; 'tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'  (Yoh 15: 13);  dan kedua hokum ini satu kesatuan, yang tidak dapat dipisahkan dan diandaikan satu dengan lainnya dalam pelaksanaannya. Adalah kebohongan melakukan hokum yang satu dan mengabaikan yang lain. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Sebab Allah adalah Kasih (1Yoh 4: 8). Mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi berarti kita melakukan semua itu dengan sungguh-sungguh, tidak asal-asalan atau hanya separuh-paruh. Kita harus berani memfokuskan diri kepadaNya dan tidak menoleh ke lain arah. Demikian juga dalam mengasihi sesama manusia, kita tidak mau dirugikan atau dilukai, kita begitu menghargai diri sendiri; demikianlah kiranya kita dalam mengasihi sesama kita. Kita perhatikan sesame kita dengan seksama.
Yohanes dalam suratnya yang pertama, malahan menyatakan bahwa berbagi kasih dengan sesame itu hanyalah balas kasih kita saja terhadap Tuhan, sebab memang Allah telah mendahului mengasihi kita. 'Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu'. (Yoh 15: 9.12) Mengasihi sesame adalah kewajiban setiap orang yang memang telah dikasihi oleh Allah terlebih dahulu.
'Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku'.
 
Itulah jawaban Rut kepada Naomi, mertuanya yang telah meminta dirinya untuk meninggalkannya: 'telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu'. Rut menanggapi dengan berkata: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku,
seperti itu, karena Naomi telah berbagi kasih dengan dirinya. Rut telah mengenal Allah, bukan karena sebuah pengajaran, melainkan karena kasih sang mertuanya terhadap dirinya. Naomi telah berbagi kasih, sehingga Rut melihat perbuatannya yang baik dan memuliakan Bapa yang di sorga (Mat 5: 16).
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Kasih. Semoga kami kasihMu itu semakin menjiwai hidup kami, baik dalam karya ataupun kata-kata. Semoga dalam kebijakan menentukan langkah hidup bersama, tidak bertentangan satu sama lainnya, dan malahan hanya berlandaskan dengan hokum cinta kasihMu ini.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening