Kamis dalam Masa Biasa XXI

25 Agustus 2011
1Tes 3: 7-13  +  Mzm 90  +  Mat 24: 42-51
 
 
 
Lectio :
Bersabdalah Yesus: "berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
 
 
Meditatio :
'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.
Berjaga-jaga adalah sikap yang paling tepat untuk menyambut kedatangan Tuhan, yang tidak kita ketahui dengan tepat kapan datangNya. 'Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar'. Dia akan menanti waktu demi waktu dalam kurun tertentu, karena memang yang ditunggu sebentar lagi akan datang. Namun adakah seorang pencuri memberitahukan saat kedatangannya; demikian juga kedatangan Anak Manusia.  'Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'.
'Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya'. Berjaga-jaga yang dimaksudkan Yesus, ternyata sebuah sikap penguasaan diri, sikap seseorang yang mampu mengendalikan dirinya dan tidak ditentukan oleh kenyataan di luar dirinya, sebaliknya dia bertanggungjawab atas pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya, dia tahu apa yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Sikap hamba Tuhan yang seperti ini menyenangkan hatiNya, dan juga dia sendiri akan semakin memperoleh berkat yang melimpah.
Tidaklah demikian dengan orang yang tidak mampu mengendalikan diri, dia adalah  'hamba yang jahat dan yang berkata di dalam hatinya: tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk'. Hamba ini adalah orang-orang yang mencari kepuasan diri, orang-orang yang tidak bertanggungjawab atas pekerjaan yang diberikan kepadanya. Resikonya:  'tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'.
Injil hari ini meminta kita untuk semakin berani bertanggungjawab atas segala kepercayaan yang diberikan kepada kita. Berjaga-jaga bukanlah sebuah tindakan berdiam diri, tanpa kata-kata dan tanpa perbuatan; berjaga-jaga adalah sebuah tindakan penguasaan diri dan bertanggungjawab atas pekerjaan dan tugas yang diberikan kepada kita.
Pekerjaan dan tugas yang mana? 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri' (Mat 22: 39). Inilah tugas kita, tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita, karena dengan mengasihi sesame kita akan menjadi berkat bagi orang lain; dan tentunya tugas perutusan ini tetap tidak bisa dipisahkan dengan kasih kepada Tuhan Allah sendiri (Mat 22: 37). Karena itu,  dalam bacaan pertama tadi, Paulus mengingatkan: 'kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya'.
Kita adalah orang-orang yang bertanggungjawab tentunya, karena kita mempunyai iman. Ada baiknya, kita berjaga-jaga menyambut kedatanganNya dengan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya. Semoga.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus,  Engkau menghendaki kami agar berjaga-jaga, karena kedatanganMu yang tidak terduga-duga; dan semuanya itu dapat kami lakukan dengan melaksanakan tugas-tugas yang Engkau berikan kepada kami. Ajarilah kami, ya Yesus, untuk semakin menjadi berkat bagi sesame dengan berbagi kasih. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening