Pesta santo Batolomeus Rasul

24 Agustus 2011
Why 21: 9-14  +  Mzm 14539  +  Yoh 1: 45-51
 
 
 
Lectio :
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!"
Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
 
 
Meditatio :
'Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret'.
Tegas  Filipus kepada Natanael. Filipus merasa menemukan Yesus, padahal dialah yang justru ditemukan oleh Yesus. 'Ikutlah Aku!' (Yoh 1: 43), sapa Yesus kepadanya. Namun keberanian Filipus untuk mengajak Natanael berjumpa pula dengan Yesus, sungguh patut diacungi jempol. Seperti Yesus mengajak dirinya, demikianlah dia mengajak dan meyakinkan Natanael dengan berkata: 'mari dan lihatlah!', sebab Natanael meragukan: 'mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?'. Kiranya apa yang dikatakan oleh Kitab Suci bahwa: 'Betlehem, tanah Yehuda, kota yang terkecil, akan memunculkan seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat Israel' (Mat 2: 6) didengar dan dimengerti juga oleh banyak orang, sehingga orang seperti Natanael meragukan apa yang dikatakan Filipus, dapat kita mengerti.
'Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!', kata peneguhan yang diberikan Yesus kepada Natanael. Rasanya disambar petir mungkin peristiwa hari ini, sebab bagaimana Yesus, orang yang disebut Musa ini bisa mengetahui diriku. 'Bagaimana Engkau mengenal aku?'. tanya Natanael. Jawab Yesus kepadanya: 'sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara'. Pengenalan Yesus terhadap para muridNya, dan kepada kita, lebih sempurna daripada pengenalan kita. Dia lebih mengetahui daripada kita. Dia mengetahui kita dengan sempurna; sebelum terucap dari bibir kita, Dia telah mengetahuinya terlebih dahulu (Mzm 139).  Benarlah apa yang dikatakan Paulus, dalam bacaan kedua hari Minggu kemarin, banyak orang kagum dan terpesona kepadaNya: 'O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!',"
'Guru, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!', tegas Natanael. Pengakuannya ini lebih sempurna dari pengakuan Filipus yang melihat Yesus sebatas 'anak Yusuf dari Nazaret, seseorang yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi'. Mendengar pernyataan Natanael ini, kiranya membuat kita harus semakin berani mengakui bahwa banyak orang yang belakangan mengenal Kristus dan mungkin kita remehkan pengenalannya akan Kristus Tuhan, ternyata justru malahan melebihi pengenalan kita. Mereka mempunyai pengalaman rohani yang tinggi.  Siapa yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. Itulah yang sering terjadi di antara kita. Kita harus semakin berani mengakui ada banyak orang yang lebih baik, lebih suci, lebih benar dan lebih mapan daripada kita.
'Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia', kata Yesus kepadanya. Pernyataan Yesus ini berkenaan denga realitas surgawi yang terjadi di akhir jaman. Bacaan pertama dari Kitab Wahyu juga melukiskannya. Iman kepercayaan Natanael mendapatkan tanggapan yang baik dari Yesus. Dia tidak hanya mengijinkan dilihat oleh Natanael, sebagaimana ajakan Filipus, mari dan lihatlah; Yesus malahan mengundangnya untuk menikmati kemuliaan Anak Manusia. Keberanian Natanael untuk datang dan melihat Yesus mendapatkan jawaban yang luhur dan mulia. Zakheus pun yang ingin melihat orang apakah Yesus itu juga mendapatkan anugerah yang sama. Hari ini aku harus menumpang di rumahmu (Luk 19: 1-10).
Pengalaman Natanael atau Bartolomeus kiranya menjadi pengalaman kita untuk semakin berani mengakui. Berani datang kepada Yesus mendapatkan karunia yang lebih besar, jauh dari perkiraan kita.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, keberanian Natanael mengingatkan kami untuk selalu berani datang dan datang kepadaMu, sebab memang Engkau telah mengatahui kami masing-masing. Kedatangan kami kepadaMu malahan mendatangkan hujan rahmat dan berkat bagi kami. Sempurnakanlah iman kami kepadaMu, ya Yesus. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Guru, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!',
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening