Pesta St.Laurensius

10 Agustus 2011
2Kor 9: 6-10  +  Mzm 112  +  Yoh 12: 24-26
 
 
 
Lectio :
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
 
 
Meditatio :
'Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah'.
Inilah penyataan Yesus yang diumpamakan dengan biji gandum. Entah apa istilah mati yang dimaksudkan, tetapi yang jelas biji gandum akan tumbuh dan berkembang, bila dia meleburkan diri dan ditanam; bila tidak demikian dia akan tetap sebiji saja. Demikianlah setiap orang harus berani mati. 'Tidak ada cinta yang lebih besar daripada cinta seorang yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya'. Penyataan inilah yang kiranya melandasi ajakan untuk berani mengorbankan nyawa, bukan dengan membinasakan diri atau karena terbuang dengan sia-sia, sebab ini memang tidak dikehendaki Allah, melainkan menjadi tebusan bagi orang lain.'Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal'. Keberanian menyerahkan nyawa adalah wujud pelayanan yang sungguh-sungguh sukarela, pelayanan yang memang sampai berani memberi nyawa bagi orang lain.
Paulus dalam bacaan pertama  membandingkannya bagaikan menabur kehidupan. 'Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga'. Demikianlah juga keberanian dalam berbagi kasih yang sampai rela menyerahkan nyawa akan beroleh kelimpahan kasih juga, 'barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal'. Sekali lagi, semuanya ini dikehendaki oleh Allah menghendaki. 'Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan'.
Wujud pelayanan ini sungguh-sungguh diminta Yesus, karena memang Dia sendiri akan telah melakukannya. Dia menyerahkan nyawa guna menjadi tebusan bagi banyak orang, seluruh ciptaanNya. Dan orang-orang yang mengakui diri sebagai murid-muridNya dan mengikutiNya harus juga melakukan segala yang akan dilakukanNya. 'Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada'. Yesus yang akan pernah turun ke alam maut, mengajak setiap orang agar mengikutiNya. Yesus tidak hanya mengajak, tetapi juga memberikan janji yang membahagiakan. Karena itu,  'barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'.
Kemuliaan dan sukacita akan dialami oleh setiap orang, asal mereka juga berani turun ke alam maut, berani kehilangan nyawa guna memperoleh nyawa yang tidak dimakan oleh waktu, yakni hidup kekal. Kematian adalah prasyarat bagi setiap orang untuk menikmati kehidupan kekal. Apakah memang harus begitu? Ya! Karena Kristus telah melaksanakan semuanya itu!
Kalau kita ingat Injil beberapa lalu: 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku' (Mat 16: 24). Yesus memang meminta setiap orang untuk mengikuti segala yang dilakukanNya, karena memang itulah kehendak Bapa. Hidup harus dihargai dan dihormati, tetapi bila Dia meminta kita tidak berhak menahannya. 'Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya' (Mat 16: 25).
Seseorang batal pergi ke gereja hari Minggu, karena belum sempat seterika baju adalah bukti yang amat-amat kecil yang bertentangan dengan keberanian untuk kehilangan nyawanya. Lucu memang, tetapi peristiwa-peristiwa remeh semacam inilah yang sering terjadi di antara kita.
 
 
Oratio :
 
Yesus, Engkau mengajak setiap orang untuk melakukan kehendakMu, dan malahan harus berani menyerahkan nyawa agar kami mendapatkannya kembali dengan melimpah. Semoga kami menjadi orang yang sungguh-sungguh rela mengikuti Engkau, karena kami percaya akan janji-janiMu.
Santo Laurensius, doakanlah kami. Amin.
 
Contemplatio :
          'Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga'
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening