Sabtu dalam Masa Biasa XXI

27 Agustus 2011
1Tes 4: 4-11  +  Mzm 98  +  Luk 7: 11-17
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu pergilah Yesus ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.
 
 
Meditatio :
'Jangan menangis!'.
Yesus berkata demikian, ketika Dia melihat seorang janda yang menghantar anaknya yang telah meninggal, lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepadanya. Dia berkata demikian, hanya karena belaskasihan, bukan karena jasa sang janda itu atau kebaikan hati sang pemuda yang telah mati itu. Yesus menghampiri usungan itu, lalu menyentuh anak laki-laki yang telah mati, anak tunggal ibu itu. Sekali lagi, semuanya ini di luar progam perjalanan Yesus. 'Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!' sapa Yesus kepada pemuda yang telah mati itu. Maka bangunlah pemuda itu dan duduk, lalu mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Sekali lagi, tidak kita ketahui mengapa Yesus membangkitkan dia; semuanya dilakukan hanya karena belaskasihNya yang begitu besar.
Melihat peristiwa yang mengagetkan itu, 'semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah', karena memang hanya Allah yang mampu membangkitkan dan menghidupkan orang mati.  Sungguh benar dan tepatlah seruan mereka: 'seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita', dan 'Allah telah melawat umat-Nya'. Dia ini benar-benar Yesus, Allah yang menyelamatkan.
Hari ini kita diajak untuk semakin berani mengakui siapakah Yesus itu. Pengalaman janda Nain ini kiranya mengajak kita untuk berani mengatakan dan mengakui Yesus, bukan karena kata orang, sebagaimana kita renungkan dalam Minggu kemarin, melainkan menurut kata-kataku sendiri. Karena memang Yesus menampakkan keagungan dan semarak di hadapan kita. Dia datang diikuti oleh para muridNya, dan juga orang banyak berbondong-bondong menyertaiNya. Dia tetap datang bukan sebagai seorang pejabat yang sedang turba, yang banyak dilayani daripada melayani, melainkan Dia datang untuk melayani dengan limpahan belaskasihNya yang begitu besar.
          Hari ini adalah peringatan santa Monika. Yesus Tuhan, ketika memandang ibu Monika, juga tergeraklah hatiNya oleh belaskasihan. Doa-doa dan jeritan hati santa Monika mengundang Tuhan Yesus mengalirkan rahmat pertobatan kepada suami dan anaknya, Agustinus. Benarlah peribahasa: surge itu di bawah telapak kaki ibu. Karena memang, surge akhirnya menjadi tempat yang menyenangkan bagi suami dan anaknya itu; Monika dengan jerih payah berdoa dan berdoa membuka pintu surge bagi suami dan anaknya. Peribahasa kita itu menunjukkan: betapa besar kasih seorang ibu itu kepada keluarga. Seorang ibu itu memberikan tempat kehidupan baru bagi sang buah hati di dalam rahimnya, dan sang ibu yang satu dan sama itu akan menghantar dan menemani dengan setia dan tulus ikhlas sang buah hati menuju tempat kediaman abadi. Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus,  Engkaulah Allah yang menjadi manusia. Engkau menyatakan diri bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan; bahkan Engkau menaruh belaskasihan kepada orang-orang yang percaya kepadaMu. Yesus, berkatilah kami semua yang berlindung kepadaMu, terlebih-lebih kuasailah para ibu dengan belaian kasihMu yang semakin melimpah, karena memang begitu besar kasih mereka kepada keluarga. Amin.
Santa Monika doakanlah kami, terlebih-lebih keluarga-keluarga muda yang begitu rentan dalam menghadapi aneka persoalan kehidupan ini. Bantulah mereka dalam berdoa dan berdoa kepada Bapa di surge. Amin.
 
Contemplatio :
          'Allah telah melawat umatNya'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening