Sabtu dalam Masa Biasa

20 Agustus 2011
Rut 2: 1-3  +  Mzm 128  +  Mat 23: 1-12
 
 
 
Lectio :
Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
 
 
Meditatio :
'Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu'.
Itulah pesan Yesus kepada para muridNya. Mereka hendaknya mentaati pimpinan dalam hidup bersama. Hidup bersama atau bahkan dalam hidup komunitas perlu adanya ketaatan kepada pimpinan yang telah ditunjuk, sebab sikap seperti ini menunjukkan keberundukan kita kepada Yang Ilahi, Penguasa kehidupan. Terasa janggal seseorang yang mengaku taat kepada Tuhan, tetapi tidak menaruh perhatian kepada seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin dalam hidup bersama. Inilah dimensi transenden dari ketaatan kita kepada pimpinan.
Namun ingat, tegas Yesus, 'janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena:
Pertama, mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Kedua, mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Ketiga, semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang;
Keempat, mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Kelima, mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
Keenam, mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Yesus meminta mentaati mereka yang duduk di kursi Musa, mereka yang duduk sebagai pimpinan, karena memang mereka mempunyai otoritas kepemimpinan, tetapi para murid diminta tidak mengikuti cara hidup mereka yang penuh kejahatan, kemunafikan dan kesombongan. Mereka adalah orang-orang yang mencari kepuasan diri. Hidup para ahli Taurat dan orang-orang Farisi ini bertentangan dengan cara hidup Naomi, seorang ibu yang sederhana tetapi penuh iman, sebagaimana kita renungkan kemarin. Cara hidup Naomi haruslah diteladan dan dicontoh, sebagaimana dilakukan oleh Rut, tetapi tidaklah dengan mereka, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.
Bila tadi Yesus menunjukkan cara hidup yang tidak benar, Dia juga meminta para muridNya, agar mereka tidak mendambakan jabatan dan kuasa dalam hidup ini. Tiada guna. Karena itu, pertama, 'janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara',  kedua, 'janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga', dan ketiga, 'janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias'. Yesus meminta para muridNya dan kita semua tentunya, menjadikan Tuhan Allah sebagai satu-satu Pimpinan dan Panutan hidup, dan tidak ada yang lain. Sebab yang menjadikan seseorang pantas dipuji dan dihormati, bukanlah jabatan atau bahkan nama, melainkan hidupnya itu sendiri. 'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.  Dari buah kita mengenal pohonnya. Yesus tidak hanya mengajarkan, tetapi melakukannya sendiri, sebab 'Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang' (Mat 20: 28).
Dalam bacaan pertama dilanjutkan cerita tentang Naomi, Rut dan Boas, yang meneruskan karya cinta kasih dalam hidup mereka. Mereka tidak mengunggulkan atau sebaliknya meremehkan kedudukan social dalam keluarga, komunitas atau masyarakat, tetapi di antara saling memberi perhatian, sebagaimana kehendak Tuhan sendiri yang meminta untuk selalu berani berbagi kasih. Jalinan kasih di antara mereka melanjutkan sejarah penyelamatan, dengan kelahiran Obed, di tengah mereka, dialah ayah Isai, ayah Daud.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk semakin hari semakin mempunyai jiwa yang taat kepada sesame dalam pergaulan sehari-hari, baik kepada pimpinan kami, kepada keluarga dan komunitas kami, juga tetaatan berbuat baik kepada sesame. Karena Engkau melihat kami, bukan karena nama atau jabatan yang melekat pada kami, melainkan perilaku dan tindak tanduk kami dalam melaksanakan kehendakMu.
Santo Bernardus, doakanlah kami agar dapat bersikap Engkau dalam mengikuti Kristus Tuhan kita. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening