Selasa dalam Masa Biasa XIX

9 Agustus 2011
Ul 31: 1-8  +  Mzm   +  Mat 18: 1-5.10-14
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
"Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."
 
 
Meditatio :
'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?'
Pertanyaan ini mungkin diungkapkan oleh orang-orang yang sudah merasa yakin masuk dalam Kerajaan Surga. Persoalan bukan apakah seseorang dapat masuk Kerajaan Surga, melainkan siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Menanggapi persoalan itu Yesus berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'.
Pertama-tama, Yesus menegaskan siapakah orang-orang yang dapat masuk Kerajaan Surga, yakni  hanya mereka 'bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Sebab memang hanya orang-orang yang melakukan kehendak Bapa di surge yang boleh tinggal di rumahNya yang kudus. Bertobat berarti memberi perhatian pada kehendak Tuhan; apa yang dikatakan dan diucapkan Tuhan, itulah yang diikutinya; tak ubahnya seorang anak kecil yang selalu melakukan apa yang dikehendaki oleh orangtuanya. Sebab memang seorang anak kecil tak banyak berpikir yang ini dan itu, dia hanya mendengarkan apa yang dikehendaki orangtuanya.
Kedua, mereka yang terbesar dalam Kerajaan Surga adalah orang-orang 'yang  merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini'. Mereka menjadi terbesar dalam Kerajaan Sorga, karena mereka merundukkan diri selalu di hadapan Tuhan; kemauan Tuhan mendapatkan prioritas utama dalam hidup, dan dia yakin apa yang dikerjakan itulah yang membahagiakan hidupnya. Inilah orang-orang yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Sekali lagi, sikap seorang anak kecil yang hanya mengandalkan kemauan orangtua dan memang hanya itulah yang menjadi pengetahuan hidupnya, menjadi patrun dan pola kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, sang Empunya kehidupan. Kepasrahan dan penyerahan diri seorang anak kecil kepada orangtua sebetulnya pola kemunikasi yang saling melengkapi dan menyempurnakan, sebab dengan sikap dan tindakan sang buah hati yang taat setia, jiwa orangtua merasa terhibur dan lega, anakku tidak jauh di sana, di ada dalam hatinya.
 Kembali, pertobatan menyenangkan hati Tuhan, sebab mereka umat yang dikasihiNya, tetap ada dalam rangkulan kasihNya. Buah-buah pertobatan itu bagaikan seekor domba hilang yang ditemukan kembali oleh sang pemiliknya; dia sungguh-sungguh 'merasa bahwa kegembiraannya atas yang seekor itu lebih besar dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.
Namun kita ingat, kepemilikan Tuhan Allah atas umatNya harus dimengerti sebagai kepemilikan yang menguntungkan mereka yang dimilikiNya; sebab Tuhan Allah adalah Penjaga dan Pelindung umatNya, Dia akan menghantar umat menikmati kehidupan yang lebih indah. Itulah yang diungkapkan juga dalam bacaan pertama tadi.  Sabda Tuhan melalui Musa kepada umatNya: 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati'.
Bertobat itu sungguh-sungguh menyelamatkan jiwa, hanya saja kecenderungan jiwa kita ini yang suka menghilang, lepas dari perhatian banyak orang, lepas dari kasih Tuhan, amat kuat bercokol dalam hidup ini. Keinginan untuk diperhatikan dalam diri setiap orang itu amatlah kuat, tetapi diperhatikan sungguh oleh Allah, malahan melompat ke sana ke mari. Itulah kita orang!
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kuatkanlah semangat tobat dalam hati kami, karena memang kami merindukan untuk diijinkan tinggal dalam Kerajaan Surga. Demikian juga semakin banyaklah Engkau taburkan rahmat pertobatan ini kepada seluruh umatMu, agar di tengah-tengah kemajuan jaman yang semakin pesat ini, kehendakMu tetap menjadi pegangan dan kompas kehidupan ini.
Yesus, berkatilah kami selalu. Amin.
 
Contemplatio :
Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening