Selasa dalam Masa Biasa XX

16 Agustus 2011
Hak 6: 11-24  +  Mzm 85  +  Mat 19: 23-30
 
 
 
Lectio :
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
 
 
Meditatio :
'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.
Tegas Yesus mengomentari orang muda yang bersedihhati, ketika diminta menjual seluruh harta bendanya dan mengikutiNya. 'Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Betapa sulitnya orang kaya masuk dalam Kerajaan Surga. Gemparlah para murid mendengar penyataan Yesus ini. 'Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?', komentar para murid. Semua orang ingin hidup mapan dan sejahtera, hidup  berkecukupan sangdang, pangan panggon. Para murid dibuatNya gempar, karena Yesus menggunakan istilah pembanding yang begitu tajam-berkebalikan dan tidak masuk akal.  Sekali lagi, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah', tegas Yesus, 'bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin'.
Sepertinya Yesus sungguh-sungguh mengingatkan para muridNya dan kita semua tentunya, agar tidak dikendalikan dan disetir oleh hartabenda. Orang muda yang kita renungkan kemarin, dikendalikan oleh harta bendanya untuk tidak  membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak mengucapkan saksi dusta, menghormati kedua orangtua dan mengasihi sesame. Dia hendak mendapat Kerajaan Surga dengan membawa segala perbekalannya, dia menaruh perhatian kepada Kerajaan Surga, karena harta bendanya yang berkelimpahan. Kemungkinan akan terjadi sebaliknya, dia akan meninggalkan Allah dan tidak menaruh perhatian kepadaNya, karena memang tidak mampu mengatasi tantangan dan rintangan hidupnya sekarang ini.
Penyataan Yesus bukanlah dimaksudkan untuk melawan orang-orang kaya yang mempunyai harta benda; Yesus hanya mengingatkan agar kita tidak dikendalikan oleh hartabenda dan kekayaan; kerinduan akan keselamatan abadilah yang hendaknya mengarahkan langkah hidup kita kepada masa depan yang lebih baik. Janganlah kita bersukaria dan bersukacita hanya ketika berada dalam kemah-kemah ala gunung Tabor (Mat 17: 4), tetapi ketika kita diminta mendengarkan Dia (Mat 17: 5), bahkan harus menyangkal diri dan memanggul salib kehidupan (Mat 16: 24) kita lari daripadaNya, sebab memang keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan roh (Gal 5: 17) amatlah kuat bercokol dalam hidup setiap orang.
'Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?'.
Pertanyaan Petrus ini sepertinya menuntut jaminan kepada Yesus. Karena memang para murid tidak memikirkan aneka perkara, mereka meninggalkan segala yang dimiliki, bahkan keluarganya mereka tinggalkan juga, hanya untuk mengikuti sang Guru, yang adalah Mesias Putera Allah yang hidup.
Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel'.  Para murid mendapatkan karunia yang agung dan mulia. Mereka memegang peran penting dalam program karya penyelamatan, mereka menjadi hakim bagi orang-orang yang memang menghendaki keselamatan. Para murid berperanserta dalam dalam karya penghakiman di akhir jaman kelak.
Dan untuk sekarang ini, 'setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'. Kalau orang yang berani kehilangan nyawa demi namaNya saja akan mendapatkannya kembali (Mat 10: 39), apalagi tentunya kalau hanya berkaitan dengan hartabenda dunia. Keberanian orang untuk mengikatkan diri dan mengandalkan kekuatan hanya pada Allah mempersiapkan dan menkondisikan diri untuk memperoleh hidup yang kekal.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga mampu mendapatkan jaminan keselamatan sebagaimana diharapkan Petrus tadi? Kita berada dalam urutan ke berapa, sebagaimana kita renungkan pada hari Minggu kemarin? Yesus kiranya tidak memasang target kepada kita; kiranya apa yang dikatakan Yesus ini, yakni  'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu',  semakin memacu kita untuk berani berusaha dan berusaha meninggalkan segala dan mengikuti Dia.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau menuntut kami berani mengutamakan diriMu di atas segala-galanya, sebab memang tak jarang segala harta benda yang kami miliki ini mampu mengalihkan perhatian kami daripadaMu. Yesus, semoga segala yang kami miliki semakin menyemangati kami dalam mencari Engkau; bukan karena kami memiliki segalanya, melainkan hanyalah Engkaulah segala bagi kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening