Senin dalam Masa Biasa XIX

8 Agustus 2011
Ul 10: 12-22  +  Mzm 147  +  Mat 17: 22-27
 
 
 
Lectio :
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."
 
 
Meditatio :
'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan'."
Hal yang kita renungkan hari Kamis lalu dan malahan sempat dilawan oleh Petrus, hari ini dinyatakan kembali; dan Petrus sepertinya telah dengan sebulat hati memahaminya bahwa hal itu memang harus terjadi. Peristiwa demi peristiwa akan dialami oleh Yesus, dan para murid tak mampu bertindak; tetapi tak dapat disangkal hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.
Penegasan ini sebenarnya menyiapkan hati para murid untuk semakin berani menerima keadaan, dan tentunya lebih dari itu: berani mengikutiNya. Walau tak dapat disangkal banyak murid yang melarikan diri ketika peristiwa itu nanti berlangsung, bahkan kita ingat Petrus yang hari ini dikatakan berdiam diri mengamininya, kelak pada waktu itu dia akan menyangkal Yesus sampai 3 kali. Penegasan Yesus akan peristiwa yang akan dialami ini mengandaikan sebuah undangan bagi para muridNya untuk ambil bagian dalam perayaan misteri keselamatan secara penuh.
Pemberitahuan dimaksudkan agar setiap orang menaruh perhatian, sehingga mampu mempersiapkan diri dengan lebih baik, bila hendak mengikutinya dan ambil bagian di dalamnya. Injil hari Sabtu kemarin juga menyampaikan sebuah pemberitahuan kepada kita: 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia'; baiklah kita semakin berani mendengarkan Dia!
Bacaan pertama pun mengingatkan Israel akan karya agung yang telah dilakukan Tuhan Allah kepada umatNya. Hati Tuhan telah terpikat kepada umatNya, maka amat baiklah kalau seluruh umat manusia menaruh perhatian hanya kepadaNya. Allah telah banyak berbuat baik, maka amat tepatlah kalau kita membalasNya; bukan allah membutuhkan balasan kita, melainkan kita ungkapkan kemauan kita bahwa kita ini adalah orang-orang yang merindukaan keselamatan, bukan hanya dengan kata-kata dan pujian, tetapi dengan tindakan dan perilaku yang benar di hadapanNya. SabdaNya: 'Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri'.
Memang, untuk selalu berpaut kepada Tuhan Allah dan mengikutiNya, kita harus selalu diingatkan dan diingatkan! Kita sering menjadi orang-orang yang lupa ingatan.
'Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?'
Setiap orang tentunya mempunyai kewajiban untuk membayar bea perawatan bait Allah. Maka seorang pemungut bea bait Allah bertanya demikian kepada Petrus, dia langsung menjawab: 'kami membayar'. Semuanya itu sebagai bentuk tanggungjawab pengguna bait Allah untuk menjaga kebersihan, merawat dan menjaganya. Apakah Yesus bersama para muridNya membayar kewajiban itu selama ini? Sepertinya tidak!
Itulah yang terungkap dalam pertanyaanNya kepada Simon. KataNya: 'apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?'.  Jawab Petrus: 'dari orang asing!'.  Maka kata Yesus kepadanya: 'jadi bebaslah rakyatnya'.  Dengan jawaban ini, Yesus menyatakan bahwa diriNya dan para muridNya sebenarnya tidak ada kewajiban untuk membayar kewajiban dua dirham itu. Yesus tidak setuju dengan kewajiban itu!  'Namun supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga'.
Sekali lagi, Yesus sepertinya tidak setuju membayar kewajiban itu, tetapi membayarnya juga. Saya tidak bisa mengerti mengapa Yesus mempersoalkannya? Yesus sering membuat kita tidak mengerti!
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, ingatkanlah kami selalu, bila hati kami mulai menjauh daripadaMu, sebab kami memang mudah tertarik kepada hal-hal dunia ciptaan yang memang indah dan menarik hati. Keindahan taman dan keharuman wewangian aneka bunga sungguh-sungguh mampu memalingkan mata kami daripadaMu. Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang setia kepadaMu.
Santo Dominikus, doakanlah kami, semoga kami malahan mampu menceritakan bahwa segala keindahan taman ini adalah  percikan cinta Tuhan sendiri. Amin.
 
Contemplatio :
          Yesus, jadikanlah kami orang yang setia
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening