Senin dalam Masa Biasa XX

15 Agustus 2011
Hak 2: 11-19  +  Mzm 106  +  Mat 19: 16-22
 
 
 
Lectio :
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
 
 
Meditatio :
'Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?'
'Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik?' sahut Yesus. Apakah memang dia tidak tahu? 'Hanya Satu yang baik', yakni Allah sang Empunya kehidupan. Maka tepatlah kalau kita semakin mengenal Dia dan akraba dengan Dia. Karena itu, 'jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah'. Melakukan perintah dan kehendakNya berarti berusaha semakin mengenal Dia, mendekati Dia agar kita semakin dikenal olehNya.
'Perintah yang mana?', tanya orang itu.
Jawab Yesus: 'jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Yesus menyampaikan sebagian dari kesepuluh peintah Allah. Lihatlah, kata orang muda itu kepada-Nya: 'semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?'. Ternyata orang yang bertanya ini adalah orang baik, dia telah melakukan segala yang dikehendaki Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci; Yesus sepertinya dibuat kelabakan olehnya. Berbuat baik atau melakukan hokum cinta kasih sepertinya sudah biasa dilakukan oleh orang ini. Pemuda ini sudah merasa sempurna apa yang dilakukan selama ini; apakah yang dilakukan ini sudah mampu membuat dirinya masuk Kerajaan Surga menikmati hidup kekal.
'Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku', tegas Yesus kepada orang itu. Ternyata orang muda ini orang yang mempunyai banyak harta benda! Apakah dia tidak  membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak mengucapkan saksi dusta, menghormati kedua oratua dan mengasihi sesame karena memang dia sudah mapan hidupnya? Apakah dia rajin hidup menggereja dengan mengikuti pelbagai kegiatan rohani karena memang kebutuhan sehari-hari sudah tercukupi?  Apakah dengan setia dia merawat dan menjaga orangtuanya, rajin memberi sedekah dan sering melakukan karya-karya amal dan aktif dalam karya pelayanan, karena memang tidak memikirkan lagi apa yang hendak dimakan dan diminum hari ini?
Sepertinya benar, dia rajin mengikuti pelbagai kegiatan rohani dan social, karena dia hidup berkelimpahan, dia tidak kekurangan sesuatu. Maka, ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Sungguh mengejutkan memang, dia berkelakukan baik dan mendapatkan banyak anugerah, tetapi Yesus tidaklah mendapatkan pertama dan utama dalam hidupnya. 'Datanglah ke mari dan ikutlah Aku' tidak didengarnya. Tuhan Yesus itu Allah yang baik hati selama doa-doanya terkabul dan hidupnya tidak berkekurangan!
Sekedar pembanding bagi kita pengalaman umat Israel sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama tadi; kemapanan hidup membuat mereka lupa daratan, mereka lupa ketenteraman dan kenyamanan hidup itu adalah anugerah dan kasihNya. 'Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu'.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, Engkau selalu mengajarkan kebaikan pada diri kami. Ajarilah kami mendengarkan perintah dan kehendakMu kepada kami, dan terlebih kami berani mentaatinya, supaya kami mengukur hidup ini bukan berdasarkan ukuran dan kemauan diri kami, melainkan karena kehendakMu sendiri. Jangan biarkan kami mengatakan 'kami baik', tetapi ajarilah kami berani berbuat baik dan melakukan kehendakMu, sehingga mereka melihat perbuatan kami yang baik dan memuji Bapa di surga. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidu  yang kekal?'
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening