Senin dalam Masa Biasa XXI

22 Agustus 2011
1Tes 1: 2-10  +  Mzm 149  +  Mat 23: 13-22
 
 
 
Lectio :
Bersabdalah Yesus: 'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya".
 
 
Meditatio :
Yesus mengecam secara serentak mereka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang disebutNya sebagai orang-orang munafik, kataNya:
'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
Mereka ini sungguh-sungguh mengajarkan, tetapi tidak melakukan; mereka bukannya menyelamatkan orang, melainkan malahan menjerumuskan dan membinasakan orang lain, padahal mereka itu adalah orang-orang terkemuka dan yang dituakan dalam masyarakat, menduduki kursi Musa, sebagaimana kita renungkan Sabtu kemarin. Sungguh mereka, bukannya mendapatkan imbalan berkat, malahan teguran dan hukuman. 'Kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat', tegas Yesus. Kemunafikan menghalangi pengenalan kita satu sama lain; kita tidak dapat mengenal sesame apa adanya, demikian juga sebaliknya mereka tidak bisa mengenal kita secara benar dan tepat. Kemunafikan membuat diri dan wajah kita 'yang diciptakan sesuai gambarNya' dan 'yang ditebus dengan darahNya', buruk di hadapanNya, sebab kita tidak bisa menutup diri di hadapanNya dengan segala kemunafikan kata dan perbuatan.
Tetap sama kepada mereka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sebagai pemimpin-pemimpin buta, Yesus berkata:
'Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?'.
Mereka disebut sebagai orang-orang bodoh dan orang-orang buta, karena mereka tidak bisa membedakan secara tepat dan benar  ataupun memberi prioritas pada aneka hal; kelemahan mereka hanya disebabkan karena mereka mencari keuntungan diri. Malahan sepertinya mereka sengaja memberi keterangan yang salah, agar mereka mendapatkan keuntungan besar, yakni mereka mendapatkan persembahan orang-orang itu. Karena itu, Yesus mengingatkan dan meluruskan: pertama, 'barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya', kedua,'barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ', dan ketiga 'barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya'. Dengan penjelasanNya ini, kiranya mereka dapat kembali mempraktekkan dan meneguhkan sumpah yang benar, yang memang dimaksudkan untuk mendapatkan berkat dan peneguhan dari Tuhan Allah sendiri.
Injil hari ini mengingatkan juga panggilan mulia yang diemban oleh para imam dalam karya penggembalaan dan pengudusan umatNya. Para imam dipanggil ambil bagian dalam tugas penggembalaan Kristus sendiri, yang memang datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani, bahkan siap sedia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi sesame. Kiranya Maria Ratu umat beriman juga semakin menjadi semangat dan teladan bagi para imam untuk mempunyai keunggulan dalam iman dan kesaksian.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, Engkau mengecam sungguh orang-orang yang hanya mencari muka dan kepuasan diri dalam pelayanan, sebab mereka sama sekali tidak menghadirkan diriMu sendiri yang setia dalam berbagi kasih terhadap sesame. Yesus, jadikanlah kami orang-orang setia dalam karya pelayanan, malahan kami mampu menemukan kehadiranMu dalam diri orang-orang yang kami jumpai.
Ya Maria Ratu, doakanlah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Rendahkanlah hati kami seorang terhadap yang lain
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening