Jumat dalam Masa Biasa XXIII

9 September 2011
1Tim 1: 1-2.12-14  +  Mzm 16  +  Luk 6: 39-42
 
 
 
 
Lectio :
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
 
 
Meditatio :
Yesus menyampaikan tiga perumpamaan secara serentak, perumpamaan yang singkat dan padat.
Pertama, Yesus mengatakan: 'dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?'. Penyataan Yesus menegaskan kepada kita: hendaknya kita mempunyai bekal yang cukup dalam hidup ini, minimal kita sendiri dapat menghidupi diri kita sendiri. Sebab bagaimana kita dapat menuntut orang lain, kalau kita memang sendiri tidak mampu berdiri, kita sendiri tidak mempunyai kekuatan. Mungkin tidak ada maksud kita untuk menolong orang lain, tetapi dalam keadaan apapun kita harus siap sedia membantu seseorang yang memang memerlukan uluran tangan belaskasih kita. Setiap orang harus mampu membekali diri sendiri. Ketidakmampuan kita sendiri untuk berdiri membenarkan penyataan: orang buta menuntun orang buta, bukankah keduanya akan jatuh.
Kedua, 'seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya'. Karena itu, bagi Yesus yang hendak menyampaikan seluruh warta keselamatan selalu membuka diri terhadap semua orang tanpa terkecuali. Yesus menghendaki semua yang didengarNya dari Bapa diketahui dan dipahami oleh kita semua, para muridNya. Kamu tidak Kusebut hamba, sebab apa yang Kuketahui dari Bapa Aku sampaikan kepada kamu (Yoh 15: 15). Yesus amat bangga, bila para muridNya tumbuh dan berkembang, dan hendaknya 'kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku' (Yoh 15: 8). Semuanya ini dikehendaki Yesus, karena Dia mengundang kita ambilbagian dalam karya penyelamatanNya, sebagaimana diteladankan Maria, yang kita rayakan kemarin hari kelahirannya, yang datang dan menyemarakkan dunia.
Ketiga, Yesus meminta kita agar tidak mudah 'melihat selumbar di dalam mata orang lain, sedangkan balok di dalam mata sendiri tidak kita ketahui'. Hendaknya kita tidak mudah mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain, sesame kita yang ada di sekitar kita. Kita diajak tetap untuk berani menegur sesame kita yang jatuh dalam dosa, sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin. Itupun harus kita lakukan dalam kasih, tetapi bukan untuk mencari-cari kesalahan saudara-saudari kita. Yesus meminta kita untuk berani melihat diri kita masing-masing, merefleksikan hidup kita dan semakin bersemangat membangunnya. Teguran: 'hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu', kiranya janganlah terucapkan Yesus kepada kita.
Ketiga pernyataan Yesus ini mengingatkan kita semua, bahwa kita adalah orang-orang yang beruntung dan bernasib mujur, karena kasih karunia yang dilimpahkan kepada kita. Karunia demi karunia dilimpahkan kepada kita, sebab Kristus Tuhan menghendaki kita dalam keadaan selamat dan bahagia, dan selalu dalam lindungan kasihNya. Ajakan Yesus agar kita selalu berani merefleksikan diri dimaksudkan agar kita selalu dalam kendali kasih ilahi.
          Kiranya segala kasih karunia yang kita terima membuat kita semakin berani bersyukur kepada Tuhan dan semakin menyatukan diri kita ini dengan diriNya, sebagaimana dicontohkan Paulus dalam bacaan pertama tadi. 'Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku, aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus'.
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersyukur dan bersyukur kepadaMu atas kasih karunia yang Engkau limpahkan kepada kami, dan bahkan berani membagikannya kepada orang lain; bukan dengan memandang muka, melainkan dengan penuh kasih dan syukur. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening