Jumat dalam Masa Biasa XXIV

16 September 2011
1Tim 6: 2-12  +  Mzm 49  +  Luk 8: 1-3
 
 
 
 
Lectio :
Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.
 
 
Meditatio :
'Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain'.
Kalau keduabelas mengikuti Yesus memang amat wajar, karena mereka dipanggil dan dipilihNya secara istimewa; tidaklah demikian dengan perempuan-perempuan yang mengikutiNya, seperti  'Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain'. Apa yang dapat kita katakan? Kaum perempuan itu memang lebih mempunyai hati dalam memberi makna kehidupan; amatlah tepat bila kaum perempuan mendapatkan gelar ibu kehidupan, sebagaimana kita renungkan kemarin. Tak dapat disangkal memang bahwa: mereka yang mendapatkan banyak memberi banyak, sedangkan yang mendapatkan sedikit memberi sedikit pula (Luk 7: 47), namun lebih dari itu, mereka ini telah menemukan sang Kehidupan, mereka telah menemukan mutiara indah (Mat 13: 6), maka mereka tidak segan-segan 'perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka'. Mereka memberikan harta miliknya karena mereka menemukan Kristus Tuhan, yang sudah lama disebut-sebut dalam Perjanjian Lama; kini mereka melihatNya dari muka ke muka.
Dalam kehidupan menggereja, peran kaum perempuan semakin hari semakin menguat. Aneka peran dalam Gereja terbuka lebar bagi kaum perempuan, dan telah banyak orang ambilbagian di dalamnya.  Kiranya hanya satu peran yang tak dapat diambil dan tak tergantikan dalam Gereja adalah sakramen imamat dalam menghadirkan Kristus, yang menjadi tebusan bagi umat manusia. Kehadiran Kristus Putra Allah yang hidup yang menjadi Imam, Altar dan Kurban tidaklah tergantikan. Bleger (Jawa: keberadaan) Mesias, Putra Daud yang dirindukan semenjak Perjanjian Lama dan terpatri dalam dunia patriakal semakin hari semakin menguat. Dialah Pembawa kurban persembahan dan Dialah sekaligus Kurban Persembahan kepada Allah. Kenyataan inilah yang kiranya tidak akan mudahnya tergantikaan oleh dunia yang cenderung pragmatis dan menomental ini.
Sebaliknya tak dapat disangkal bahwasannya semenjak Perjanjian Lama telah muncul nabiah-nabiah yang mewartakan sabda dan kehendak Tuhan. Gereja pun melanjutkan tradisi leluhur ini dengan memberi tempat yang seluas-luasnya bagi kaum perempuan ikutserta dalam pewartaan sabda dan berbagi keselamatan. Paroki-paroki sebagai Gereja lokal hendaknya tidak menutup aneka kesempatan bagi kaum perempuan untuk berperanserta dalam bidang liturgi, pewartaan dan pelayanan. Kelemahan di banyak paroki adalah kuatnya pengalaman lampau yang sudah menjamur dan sulit mendapatkan hal yang baru dan indah; tak ubahnya pengalaman umat Israel yang melihat dan mengalami seorang Mesias, yang bergaul dan makan bersama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Putera Bapa, Engkau mengajak semakin banyak orang untuk ikutserta bersamaMu dalam berbagi kasih. Engkau libatkan juga banyak ibu-ibu dalam pemberdayaan GerejaMu. Semoga Engkau semakin merahmati kamu ibu yang secara aktif dalam hidup menggereja, agar mereka selalu setia dalam mengamalkan gelar ibu kehidupan dan bunda Gereja dalam hidup sehari-hari. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Inilah ibumu!'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening