Jumat Pekan Biasa XXVI

30 September 2011
Bar 1: 15-22  +  Mzm 79  +  Luk 10: 13-16
 
 
 
 
 
Lectio :
Bersabdalah Yesus kepada orang-orang yang mengikutiNya: "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
 
 
 
Meditatio :
Yesus mengecam beberapa kota, kataNya:
'Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!'.  Kenapa kecaman secara tegas harus dikatakan? Karena memang tidak ada pertobatan dari orang-orang Khorasim dan Betzaida. Sebab 'jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung'. Kasih karunia Allah diberikan agar setiap orang semakin berani mendekatkan diri kepadaNya. Apakah memang Tuhan egois dan pamrih? Tidak! Namun itulah, keselamatan hanya ada dalam Tuhan Allah. Keberanian setiap orang untuk datang dan mendekatkan diri  padaNya akan membuat selamat dan bahagia. Ketidakmauan orang mendekatkan diri kepadaNya akan menjadi perhitungan-keselamatan tersendiri; bukan karena kemauan Allah, melainkan kemauan orang-orang yang memang tidak mau mendekatkan diri kepada Tuhan. Pertobatan mendatangkan keselamatan, dan semuanya ini juga tidak bisa ditawar-tawar lagi, malahan sepertinya Yesus  mengharuskan setiap orang untuk berani bertobat dan bertobat. Ingat, 'pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu', tegas Yesus kepada orang-orang Khorasim dan Betzaida.
Demikian juga Kapernaum, tempat di mana Yesus paling banyak mengadakan mukjizat. Bukannya semakin banyak orang yang datangkepadaNya dan bertobat, tetapi  sebaliknya. Sungguh nyata, keberanian orang-orang Kapaernaum menolak kehendak Allah, yang memang mau menyelamatkan umat yang dikasihNya. Kepada mereka, dengan tegas Yesus menyatakan: 'apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!'
'Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'.
Penyataan Yesus menegaskan bahwa kehadiranNya di tengah-tengah umatNya dapat dirasakan sungguh-ungguh oleh para muridNya, kita semua, kalau kita berani menerima kehadiran sesama, sebab memang 'barangsiapa menerima saudaraKu yangn paling hina, mereka menerima Aku'. Kehadiran Tuhan Yesus sungguh nyata dapat dinikmati setiap orang dalam pergaulan dengan sesama. Kemauan kuat untuk berdoa, tetapi tidak dibarengi dengan kehendak untuk memberi senyum dan sapaan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, adalah kebohongan yang luar biasa. Penerimaan akan kehadiran Kristus, tidaklah disampaikan kepada orang-orang yang hidup sejamanNya, melainkan sepanjang masa sepanjang perjalanan hidup manusia, karena memang penghormatan kepada Kristus adalah penghormatan kepada Allah Bapa di surga. Sunggu, 'barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'.
Bacaan pertama juga mengingatkan realitas kita manusia yanag sering tidak mau mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Allah. Kita adalah ciptaanNya yang paling dikasihiNya, tetapi sering memalukan dalam hidup di hadapanNya; dan terlebih bagi orang-orang yang mempunyai kedudukan dalam masyarakat ataupun bahkan dalam keagamaan begitu enggan dalam bersyukur kepada sang Empunya kehidupan. Dengan tegas Barukh berseru: 'keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan malu muka pada kami, sebagaimana halnya hari ini, yaitu: pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami'.
Karena itu hendaklah, hendaklah kamu bertobat dan bertobat. 'Memang kami telah berdosa kepada Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruh-Nya di hadapan kami. Semenjak hari Tuhan membawa nenek moyang kami keluar dari negeri Mesir hingga dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya Tuhan telah kami alpakan karena tidak mendengarkan suara-Nya'.
Seruan Baruk kepada umat Israel kiranya juga menjadi seruan kepada kita, agar kita berani bertobat dan bertobat, dan mendekatkan diri kepadaNya.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, taburklanlah dalam jiwa kami rahmat pengampunanMu, agar kami semakin mendekatkan diri kepadaMu. Sebab memang Engkau memberi kami agar kami semakin tertarik kepadaMu sang Empunya kehidupan.
Yesus, semoga Engkau memberi pengampunan dan pertobatan kepada  setiap orang bangsa dan negara kami, agar dosa kebencian antar kami tidak tumbuh dan berkembang, sebagaimana pengalaman sejarah di hari 30 September, yang haus akan darah dan kuasa. Ijinkanlah mereka yang menjadi kurban pertengkaran ini menikmati kebahagiaan surgawi. Amin.
 
 
Contemplatio :
       Bertobatlah dan percayalah pada Injil.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening