Pesta Rasul Matius

21 September 2011
Ef 6: 4-13  +  Mzm 19  +  Mat 9: 9-13
 
 
 
 
Lectio :
Suatu  kali Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
 
 
Meditatio :
'Ikutlah Aku'.
Ajakan Yesus kepada Matius, yang duduk di rumah cukai. Mengapa dia duduk di rumah cukai, apakah dia seorang pemungut cukai, apakah dia debt collector para pemungut cukai? Injil tidak menerangkan, tetapi sepertiya dia seorang yang termasuk dalam kalangan pemungut cukai.
Benar memang, dia seorang oknum dalam lingkaran para pemungut cukai. Yesus tahu itu, malahan secara sengaja Dia mendatangi mereka; dan lebih lagi Yesus makan bersama banyak pemungut cukai dan orang berdosa. Tentunya amat menyakitkan hati banyak orang, penampilan Yesus menjadi batu sandungan bagi banyak orang. Seorang Guru dan banyak orang menyebutNya Mesias, makan bersama orang-orang berdosa. Tidak salah, bila orang-orang Farisi yang melihat hal itu, berkata kepada murid-muridNya: 'mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'.  Orang yang baik hendaknya berkumpul dengan orang-orang yang baik. Adakah seorang guru yang kedapatan berkumpul dengan para pemabuk, dan tengah malam dia masih bertengger di pinggir jalan sambil meneguk minuman keras? Bagaimana dia harus disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, seorang yang digugu lan ditiru?
Mendengar kritikan itu, berkatalah Yesus: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit'. Yesus tidak menanggapi langsung peristiwa itu, Yesus mengajak mereka orang-orang Farisi untuk melihat intense dan tujuan; karena itu Yesus melanjutkan: 'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.  Yesus tidaklah bermaksud mencari teman untuk bersenang-senang, sebaliknya Yesus memanggil mereka dan mengajak mereka untuk bergaul dengan diriNya. Yesus menjumpai dan menarik mereka, para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, agar mereka berani bergaul dengan diriNya. Inilah intense dan maksud kunjungan Yesus kepada mereka.  Sebagaimana Allah yang selalu berbelaskasih kepada umatNya, hendaknya demikian juga orang yang percaya kepadaNya, berani menaruh berbelaskasih kepada sesame, dan bukannya meremehkan dan menjatuhkan sesamanya. 'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan', tegas Yesus. Tidak cukup orang hanya beribadat dan beribadat, memuji dan memuja Tuhan Allah, tetapi membiarkan sesamanya berdosa dan binasa. Teguran Yesus kepada orang-orang Farisi, yang memegang aturan Taurat ini, tetapi mengabaikan sesamanya, kiranya juga menjadi teguran bagi kita bersama, bila memang kita menutup mata terhadap keberadaan dan keselamatan orang lain, kita hanya sibuk dengan diri sendiri.
Pertentangan semacam orang-orang Farisi dan mereka yang dicap sebagai orang-orang berdosa, kiranya sekarang ini tidaklah ada lagi. Tapi tak jarang lirikan mata antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain masih terjadi sampai sekarang ini. Apa memang dimaksudkan demikian? Bukankah masing-masing komunitas yang satu menerima kasih karunia yang berbeda dengan lainnya? Bukankah semuanya itu dimaksudkan oleh Allah untuk pembangunan Gereja Umat Allah? Amat tepatlah, bila Paulus dalam bacaan pertama menasehatkan agar kita semua, komunitas gerejani bersatu padu bergandengan tangan membangun dunia baru, guna mewujudkan cita-cita Gereja, yang menjadi sarana pendamaian bagi dunia. Paulus berkata: 'aku menasihatkan kamu, hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Bukankah  kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus'.
Hari ini Gereja merayakan pesta santo Matius Rasul, seorang pewarta kabar sukacita Allah. Pengalaman panggilan Matius amat menarik memang. Sapaan Yesus 'Ikutlah Aku', langsung diikutinya. PanggilanNya menyelamatkan, itulah yang dipercayai Matius. Ajakan Matius kepada Yesus untuk mengunjungi rumahnya 'makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa', kiranya sebagai pemberitahuan kepada teman-temannya bahwa dia ingin hidup baru dengan mengikuti sang Guru. Inilah Dia sang Guruku, aku hendak mengikutiNya. Matius memberitahukan dan sekaligus memperkenalkan Yesus kepada teman-temannya, dan sebaliknya dia memperkenalkan teman-temannya kepada Yesus sang Guru. Pesta rasul Matius mengingatkan kita, agar kita berani selalu mewartakan sabda dan memperkenalkan Yesus kepada sesame kita.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, keberanian Matius mengikuti Engkau menggugah kami untuk setia mengikuti Engkau. Kami akui, di tengah perjalanan kami masih sempat menoleh ke kanan dan ke kiri melihat keindahan taman dan mendengarkan suara-suara kicauan burung yang merdu. Yesus, tambahkanlah iman kami, agar kami tetap setia sampai akhir hidup kami, dan juga sempat membagikan kasihMu kepada sesama kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Ikutilah Aku'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening