Pesta Salib Suci

14 September 2011
Fil 2: 6-11  +  Mzm 78  +  Yoh 3: 13-17
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Yesus bersabda: "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
 
 
Meditatio :
'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'.
Bagaimana dengan seseorang pernah disebut dalam kitab Kejadian, yang memang tidak mengalami kematian dan terangkat ke surge; bagaimana pula mengartikan Elia, yang juga terangkat ke surge mengendarai kuda-kuda berapi? Itulah komentar singkat saya,  ketika membaca Injil hari ini. Namun lebih dari itu, penegasan Yesus sungguh-sungguh menyatakan bahwa  Dia yang telah turun dari surge akan kembali ke surge, sebab kedatanganNya adalah kehendak Bapa di surge, sebagaimana disampaikanNya sendiri, bahwa: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal' dan juga 'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Setelah menyelesaikan tugasNya, Yesus kembali kepada Bapa. Dia naik ke surge, karena memang Dia berasal dari surge.
'Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.
Kapan Anak Manusia ditinggikan? Ketika Yesus tergantung di kayu salib! Pada saat Yesus terpaku di salib, saat itulah Yesus ditinggikan dan dimuliakan. Yesus yang terpaku di salib, bukanlah peristiwa penyaliban, sebab pada waktu itu Yesus memuliakan BapaNya mencapai puncaknya, Dia memenuhi tugas perutusanNya, yakni menyelamatkan seluruh umat manusia. Yesus mempermuliakan Bapa dan sekaligus Bapa mempermuliakan Dia (Lih. Yoh 12 dan 13). Yesus menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia, bagi dunia dan seluruh isinya. Penebusan umat manusia oleh Kristus Yesus terjadi, ketika Dia ditinggikan di kayu salib.
'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Yesus memperbandingkan dengan kepercayaan di jaman Musa, karena memang peristiwa itulah yang melekat dalam hati umat Israel. Demikianlah juga kita sekarang diajak untuk berani memandang dan memandang Dia, percaya kepadaNya yang memang adalah wujud kasih Allah yang begitu besar akan dunia ini. Bapa di surge mengutus sang Putera karena kasih, demikian juga menyelesaikan dan mengakhiri tugas perutusan sang Putera dengan tindakan kasih yang menyelamatkan. 'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.
Hari ini adalah pesta Salib Suci. Sebuah peristiwa kenangan akan keagungan Salib yang menyelamatkan, karena memang Yesus sendiri yang merentangkan tanganNya menjadi Salib bagi dunia; bukan salib bangsa Yahudi yang menghukum dan mematikan, melainkan Salib Kasih Allah yang menyelamatkan dan menghidupkan. Memandang dan percaya kepada Salib Kristus membuat kita akan beroleh keselamatan, walau kita berasal dari dunia ini; berkat Salib Kristus kita diijinkan kelak menikmati RumahNya yang kudus. 'Kamu memang berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini, maka kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu' (Yoh 8: 23-24). Kepercayaan akan Salib Suci dan Mulia akan mendatangkan keselamatan.
          Allah adalah Kasih. Kasih yang dapat ditangkap dan dirasakan oleh dunia. Kasih yang mendunia. Kasih itu menjadi Anak Manusia. Paulus dalam bacaan pertama melambungkan kidung pujian kepada sang Anak Manusia itu; katanya:
'Engkau Kristus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!'
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus,  Engkau dimuliakan Bapa di kayu salib guna menyelamatkan umat manusia. Engkau menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Kami mohon kepadaMu ya Yesus, agar kami semakin setia berharap kepadaMu, dan semoga kami semakin menyadari bahwa kemuliaan bersamaMu hanya dapat kami terima dan kami nikmati, bila kami mau dan berani memanggul salib kehidupan, sebagaimana Engkau teladankan kepada kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening