Rabu dalam Masa Biasa XXIII

7 September 2011
Kol 3: 1-10  +  Mzm 145  +  Luk 6: 20-26
 
 
 
Lectio :
Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
 
 
 
Meditatio :
'Berbahagialah, sekali lagi berbahagialah'.
Ucapan pujian berbahagialah dari Yesus menarik kita perhatikan.
Pertama, 'berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah'.
Kedua, 'berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan'.
Ketiga, 'berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa'.
Keempat, 'berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi'.
Menarik, sungguh-sungguh menarik! Karena malahan orang-orang yang miskin, lapar, menangis, dibenci dan ditolak sesamanya yang mendapatkan pujian bahagia. Apakah Yesus memang menghendaki agar kita semua menjadi orang-orang yang miskin, lapar, menangis, dibenci dan ditolak?
Sepertinya benar, itulah kemauan Yesus! Sebab malahan orang-orang yang kaya, kenyang dan sekarang ini tertawa dan mendapatkan kecaman habis-habisan.
Pertama, 'celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu'.
Kedua, 'celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar'.
Ketiga, 'celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis'.
Keempat, 'celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu'.
Ternyata Yesus memuji orang-orang yang lapar, miskin dan mereka yang menangis, bahkan yang dianiaya, karena mereka begitu mengandalkan kekuatan Allah, mereka mengharapkan bantuan Allah. Mereka tidak berdaya, maka mengalihkan perhatiannya hanya kepada Allah. Yesus malahan meneguhkan kemauan baik mereka, yang memang sesuai dengan kehendak Allah, agar mereka semakin berharap dan berharap akan belaian kasih Tuhan yang melimpah.
Sebaliknya Yesus mengecam mereka yang kaya, yang kenyang dan tertawa. Yesus, bukannya tidak menghendaki mereka bergembira dan tertawa riang; mereka dikecam, karena mencari kepuasan diri. Paulus telah meneliti dan mengamatinya, dan itulah yang ditulisnya dalam bacaan pertama tadi; kepuasan diri membuat mereka tenggelam dalam dunia, dalam 'percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan', 'marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut mereka', 'semuanya itu mendatangkan murka Allah'.
Karena itu,  Paulus menasehatkan: pertama, 'buanglah semuanya itu, matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu yang sama dengan penyembahan berhala, sebaliknya carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah'.
Kedua, 'dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya'.
Kita dapat menikmati seluruh kekayaan dan segala yang baik dan benar, bila kita tetap haus dan berpaut hanya pada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Betapa indahnya di tengah segala kemampanan yang ada kita dapat tetap mengandalkan kekuatan daripadaNya, sambil berbagi kasih kepada sesame.
 
 
 
Oratio :
 
Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau telah mengingatkan kami bagaimana kami dapat hidup sesuai dengan kehendakMu. Engkau telah melengkapi kami dengan pelbagai fasilitas kehidupan, bahkan kasih karuniaMu pun menyempurnakan kami. Semoga kami dapat memanfaatkan semuanya itu demi hidup kami yang sesuai dengan kehendakMu.
Yesus, tambahkanlah iman kami.
 
Contemplatio :
          Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening