Rabu Pekan Biasa XXVI

28 September 2011
Neh 2: 1-8  +  Mzm 137  +  Luk 9: 57-62
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."
Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."
 
 
 
Meditatio :
Mengikuti Tuhan Yesus.
Ada orang-orang secara sengaja hendak mengikuti Yesus, kata mereka: 'aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'. Kepada mereka Yesus mengingatkan: 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'. Pernyataan Yesus ini mengingatkan bahwa motivasi mencari dan mengikuti diriNya, hendaknya sungguh-sungguh murni; mencari Yesus itu berarti mengalami hidup dalam kasih dan merindukan penyelamatan Allah, dan tidak ada lain.
Ada juga mereka yang hendak mengikuti Yesus, karena memang panggilanNya, tetapi mereka masih memberi syarat kepadaNya; kata mereka: 'izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku'.  Kepada orang-orang semacam ini, Yesus pun menegaskan: 'biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana'. Secara tegas Yesus mengatakan demikian, karena memang hal Kerajaan Allah hendaknya menjadi nomer satu dalam hidup semua orang, yang hendak mengikutiNya. 'Carilah Kerajaan Allah terlebih dahulu'; segala urusan hendaknya dinomerduakan, termasuk menguburkan orang yang paling kita cintai, termasuk segala urusan rumahtangga kita. Orang, yang secara sengaja dan sudah membaktikan diri kepada Tuhan, tetapi masih menyibukkan diri dalam urusan rumahtangga orangtua dan sanak-saudara, berarti menomerduakan Tuhan Yesus, yang secara tegas dipilihnya; dia ini melanggar ucapan kaul kemurnian dan ketaatan dirinya.  
'Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku', sahut beberapa orang yang hendak mengikutiNya juga. Kepada mereka ini, Yesus menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang mengikuti diriNya, tetapi sebatas selera jiwa, hanya dengan setengah hati atau hati yang mendua. 'Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah', tegas Yesus. Sekali lagi Kerajaan Allah harus didahulukan dalam segala kepentingan hidup. Sungguh keterluan memang, bila ada seorang religius atau bahkan sudah mendapatkan tahbisan imamat, masih menyibukkan diri dengan aneka urusan keluarga asal. Ada baiknya kalau mereka ini memperbaharui janji imamat atau janji kaulnya di hadapan Tuhan.
Sejauhmana kita setia dalam mengikuti Kristus? Mari kita ingat betapa besar kasih Allah kepada kita umatNya. Nehemia dalam bacaan pertama pun mengingatkan kita: 'raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku'. Pernyataan Nehemia mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan itu tidak jatuh seperti durian, melainkan seringkali tersampaikan kepada kita melalui orang-orang yang ada di sekitar kita, termasuk para pimpinan kita.
Kalau kasih Kristus selalu mengikuti kita, mengapa kita sering menoleh ke belakang?
 
 
Oratio :
 
Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang setia, agar kami beroleh keselamatan daripadaMu.
Kami mohon kepadaMu, agar para religius dan para imam yang mudah sekali berpaling kepada keluarganya masing-masing, Engkau segarkan mereka dengan rahmat dan belaskasihMu, sehingga mereka tetap mengutamakan Engkau di atas segala-galanya. Amin.
 
 
Contemplatio :
       'Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening