Sabtu dalam Masa Biasa XXII

3 September 2011
Kol 1: 21-23  +  Mzm 54  +  Luk 6: 1-5
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
 
 
Meditatio :
'Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'.
Komentar beberapa orang Farisi kepada para murid Yesus, ketika suatu hari Sabat mereka memetik bulir gandum dan memakannya. Kiranya bukan soal makan bulir gandum mereka ditegur orang-orang Farisi, melainkan karena mereka memetik lalu menggisar dengan tangannya. Bukankah pada hari Sabat semua orang harus berdiam diri dan mengkhususkan hari itu hanya untuk Tuhan, bukan untuk bekerja atau melakukan aneka kegiatan sekecil atau sesederhana apapun?
'Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?', tegas Yesus. Roti itu jatah dan hak milik para imam, tetapi Daud mengambilnya dan menikmatinya. Daud mengambilnya, karena dia ingin menyelamatkan nyawa para pengikutnya. Dengan penyataanNya ini, bukannya Yesus mengajak kita semua untuk melanggar, menerjang dan melawan aturan main dalam hidup bersama. Yesus hanya mengajak kita untuk berani menaruh prioritas dalam kehidupan; kita diajak untuk memberi perhatian secara lebih kepada mereka yang benar-benar membutuhkan uluran belaskasih. Janganlah kita mengesampingkan keselamatan sesame hanya untuk mentaati sebuah peraturan, yang memang dibuat ditentukan demi kelayakan dan keindahan dalam hidup bersama.
Para imam tentunya akan menegur Daud dan para pengikutnya, bila memang mereka melanggar kehendak Tuhan; bukankah makanan sajian persembahan itu sekedar  lambang dan ungkapan dari sebuah ucapan syukur dan terima kasih? Apakah kita akan terus berjalan pergi ke gereja, bila memang di tengah jalan kita menemukan seseorang yang terkapar berlumuran darah karena kurban kecelakaan? Hati yang penuh kasih akan berbicara dan bertindak! Bunda Gereja membuka kesempatan bagi umatnya untuk mengikuti perayaan syukur pada hari Minggu dalam pelbagai kesempatan, karena memang Gereja mengajak kita merayakan hidup dalam peribadatan; kita tidak diajak merayakan peribadatan karena sekarang waktu-nya bersembayang, kita diajak untuk sungguh-sungguh berdoa dan mensyukuri kehidupan! Kita tidak boleh berdoa karena sedang on line.
Yesus pun pasti akan menegur dan mengecam para muridNya pada hari Sabat itu, kalau memang mereka melanggar dan melawan kehendak Bapa di surge.  Bukankah, 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat?'. Yesus tidak tawar-menawar dalam melaksanakan kehendak Bapa di surge. yesus akan selalu mengatakan ini baik kalau memang baik, dan ini jahat kalau memang jahat adanya.
Bagaimana kita dalam merayakan hari Minggu? Apakah kita harus berdiam diri dan tidak boleh melakukan aneka kegiatan, sebagaimana dikerjakan oleh orang-orang Farisi?  Bunda Gereja tidak merinci aneka aturan hidup seperti jaman hokum Taurat, Gereja amat sangat mengajak kita semua untuk merayakan hari Minggu sebagai hari raya Paskah, mengenangkan kematian dan kebangkitan Kristus. Kita telah mendapatkan penebusanNya, amatlah baik kalau kita bersyukur dan berterima kasih kepadaNya.
          Paulus dalam bacaan pertama tadi juga mengingatkan kita: 'kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya'. Paulus tidak menyebutkan supaya kita pergi ke gereja dan tidak boleh melakukan ini dan itu, dia hanya meminta: 'hendaknya kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit'. Bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan tidak bergeser dari pengharapan Injil terungkap salah satunya dalam doa dan syukur sebagai umat Allah yang disatukan dalam perayaan Ekaristi, yang bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk seluruh umat Allah.
          Bagaimana kita merayakan hari Minggu? Amatlah baik kalau kita merayakannya tidak seorang diri, melainkan bersama keluarga kita merayakannya.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, Engkau selalu mengundang kami untuk merayakan hari kebangkitanMu, yang memang berkat penebusanMu kami beroleh keselamatan. Semoga kami semakin setia merayakan dalam perjamuan bersamaMu. Kiranya Engkau juga semakin meneguhkan saudara-saudari kami yang sampai hari ini mengalami kesulitan untuk merayakan hari Minggu, kiranya kerinduan mereka untuk mendengarkan sabda dan menerima TubuhMu semakin tumbuh mekar dalam jiwa dan budi mereka.
Ya Santo Gregorius doakanlah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening