Sabtu dalam Masa Biasa XXIII

10 September 2011
1Tim 1: 15-17  +  Mzm 113  +  Luk 6: 43-49
 
 
 
 
Lectio :
Yesus bersabda: "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -- Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan --, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
 
 
Meditatio :
'Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya'.
Namun tidak semua pohon menghasilkan buah, lagi pula, bukankah dunia ini panggung sandiwara. Itulah komentar saya ketika membaca Injil hari ini. Kendati begitu, kita semua bisa memahami maksud Yesus mengucapkan pernyataan itu. Sebab memang 'tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik; demikian juga dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur'. Sebagaimana 'setiap pohon dikenal pada buahnya', demikianlah 'orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat'. Abundantia cordis os loquitur (Latin), yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.
Kendati demikian, sebagaimana kita harus menguji roh-roh, kita pun harus berani mengklarifikasi segala sesuatu yang diucapkan seseorang kepada kita. Tidak ada standarisasi, tetapi pergaulan hidup dan pengalaman sehari-hari akan membuktikan dan mengajak kita untuk tidak menelan mentah-mentah segala sesuatu yang diucapkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita harus tetap kritis dan evaluative dalam setiap langkah hidup kita. 'Setiap pohon dikenal pada buahnya'.
"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?'.
Penyataan Yesus ini adalah sebuah teguran. Yesus menegur dan mengingatkan orang-orang yang merasa diri sudah memberikan sesuatu yang terbaik kepada Tuhan atau sudah merasa mengungkapkan doa-doa yang sesuai dengan kehendak Tuhan dengan menyerukan namaNya, bahkan dengan kata-kata yang indah dan enak didengar, tetapi sebenarnya mereka melakukan apa yang tidak sesuai atau belum sesuai dengan kehendak Tuhan, mereka melakukan kemauannya sendiri, mereka hanya mengungkapkan kemampuan dan anugerah yang dimilikinya. Mereka berseru: Tuhan, Tuhan, padahal mereka tidak melakukan apa yang Tuhan katakan.  Apa yang diucapkan mulutnya, tidak meluap dari dalam hatinya, ucapannya hanya sebatas kelancaran bibirnya dalam berkata-kata indah dan manis.
Yesus semakin mendatangkan rahmat dan berkatNya, bukan hanya karena doa-doa dan pujian kita umatNya, tetapi terlebih kemauan kita untuk melaksanakan kehendakNya itulah, yang mendatangkan rahmat dan kasihNya, yang semakin melimpah dalam diri kita; dan yang tidak dapat disangkal orang mendengarkan sabda dan melaksanakannya, dia beroleh kekuatan dan kebijaksanaan dalam menanggapi kehidupan ini, dia bagaikan 'orang yang mendirikan rumah, dia menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun'; sebaliknya barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar, ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya'.
'Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa', pernyataan ini diimani oleh Paulus, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi. Dia tidak hanya mengerti dan percaya, Paulus menghayatinya dan menyatakan dalam dirinya, dia berani dan jujur menyatakan bahwa dirinya adalah orang 'yang paling berdosa'; dan Paulus menambahkan: 'tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal'.
 
 
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersyukur dan bersyukur kepadaMu atas kasih karunia yang Engkau limpahkan kepada kami, dan bahkan berani membagikannya kepada orang lain; bukan dengan memandang muka, melainkan dengan penuh kasih dan syukur. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening