Sabtu Pekan Biasa XXV

24 September 2011
Zak 2: 1-5.10-11  +  Mzm  +  Luk 9: 43-45
 
 
 
 
Lectio :
Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.
 
 
Meditatio :
'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia'.
Penegasan inilah yang dikatakan Yesus, ketika semua orang itu masih terheran-heran, karena segala yang diperbuat-Nya itu. Mengapa Yesus harus diserahkan ke dalam tangan dan kuasa manusia? Mengapa semuanya bisa terjadi, bukankah Dia ini lebih kuasa dan berwibawa dan bahkan banyak orang memanggil Dia Nabi? Apakah Yesus akan berdiam diri dengan semuanya itu, bila memang harus terjadi? Bagaimana denga para muridNya, apakah mereka hanya berdiam diri, bila memang mereka melihat tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa, sebagaimana dikatakanNya?
Semuanya harus terjadi! 'Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia'. Manusia, yang mana akan menyerahkan diriNya, Yesus tahu semuanya itu. Kekaguman dan kebanggaan mereka semua, orang-orang yang mengikutiNya, tidak akan mampu menghalang-halangi orang-orang,  yang akan berkuasa dan menguasai diriNya. Sebagaimana kita renungkan kemarin, mereka yang akan berkuasa atas diriNya adalah 'kaum tua-tua bangsa Yahudi, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat'.  Sedangkan mereka, orang-orang yang mengikuti Yesus, adalah kesatuan orang-orang tanpa suara, bahkan tanpa kekuatan. Mereka orang-orang lemah dan terpinggirkan; dan sungguh terbukti bahwasannya 'mereka tidak mengerti perkataanNya, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya; dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya'. Inilah kebodohan mereka; mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus, tetapi mereka tidak mau juga menanyakannya. Malu bertanya sesat di jalan. Namun apakah malahan memang mereka itu termasuk orang-orang yang harus menerima pewartaan tentang Kerajaan Allah cukup hanya melalui perumpamaan, sebagaimana kita renungkan hari Sabtu lalu (Luk 8: 1-15)?
Keheranan dan kekaguman banyak orang seharusnya membuat mereka semakin berani percaya kepada Kristus Yesus, sebab memang semuanya yang dikatakan tadi akan terjadi pada diriNya, bahkan harus dilakukanNya semuanya itu, hanya untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Kelemahan ketidakberdayaan umatNya, tidak meluluhkan semangat Allah dan tidak akan mengubah rencanaNya untuk menyelamatkan mereka, termasuk kita semua di dalamnya. Kasih Allah mengatasi kelemahan umatNya; dan itulah yang dilukiskan dalam bacaan pertama tadi: walaupun kemegahan Yerusalem surut dan tak mampu lagi mengumandangkan suara, Allah tetap akan memperhatikan mereka. 'Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya. Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman TUHAN; dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu'.
 
 
Oratio :
 
Ya Tuhan Yesus, kami melihat dan merasakan keagunganMu dalam setiap peristiwa kehidupan kami. Engkau selalu menyertai dan mendampingi kami. Ajarilah kami Yesus untuk semakin terpikat kepadaMu, terlebih Engkau yang memang memberikan hidupMu demi keselamatan kami. Kami yang sekarang ini tahu banyak tentang Engkau seharusnya semakin lekat dengan diriMu.
Yesus bantulah kami selalu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening