Selasa dalam Masa Biasa XXIII

6 September 2011
Kol 2: 6-15  +  Mzm 145  +  Luk 6: 12-19
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
 
 
 
Meditatio :
'Pada suatu hari pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah'.
Sebagai seorang manusia, layak dan wajarlah Yesus berdoa dan berdoa. Terasa aneh memang, bila ada seseorang manusia yang tidak berdoa. Karena memang sadar atau tidak, seseorang akan merasa dirinya berbeda ketika memandang ciptaan hidup lainnya, entah hewan atau tetumbuhan. Dia akan menemukan adanya keunggulan dalam dirinya; terlebih bagi kita yang sudah beragama dan beriman: terlalu bila tidak pernah berdoa.
Yesus berdoa dan berdoa, karena Dia memberi waktu istimewa untuk berbincang-bincang dengan Allah. Memberi waktu untuk berdoa, berarti memberikan diri dalam tenggang waktu untuk sejenak berbincang-bincang dengan Tuhan. Dia tidak mau berdoa sambilan saja. Dia bisa berbicara dan merasakan kehadiranNya dalam segala gerak hidupNya, namun Yesus memberi waktu istimewa untuk berdoa dan berdoa kepada Allah Bapa di surge. Kalau Yesus saja berdoa, terlebih-lebih tentunya kita semua seharusnya.
Doa apa yang dipanjatkan Yesus kepada Bapa? Injil tidak menuliskannya. Isi doa sepertinya tidaklah pernah dibicarakan dalam Injil. Kita ingat doa Bapa Kami (Mat 6: 9-15) dan bagaimana Yesus mengingatkan agar kita mencari KerajaanNya terlebih dahulu, maka yang lain akan ditambahkan kepadanya (Mat 6: 33). Orang yang terbiasa berkanjang dalam doa, tidak akan menentukan intense doa-doa, sebab dia berdoa hanya dikarenakan ingin berbincang-bincang dengan Allah. Apakah kita berdoa hanya karena ada maksud atau ada keperluan?
'Yesus memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul'.
Semuanya itu terjadi ketika hari siang, setelah semalam-malam Dia berdoa. Apakah Yesus semalam-malam berdoa karena ingin memanggil para muridNya ini? Mungkin salah satu intensiNya saja, karena bukanlah hal yang sulit bagi Yesus untuk memanggil para muridNya, dan memilih keduabelas Rasul.
Dari antara murid-murid-Nya, Yesus lalu memilih dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. Mereka adalah: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Sepertinya Yesus memilih para rasulNya ini tanpa kualifikasi terlebih dahulu: ada Simon Petrus yang akan menyangkal sang Guru, ada Yakobus dan Yohanes yang meminta kedudukan yang mapan di akhir jaman melalui mulut  ibunya, ada Tomas yang meminta bukti kebangkitanNya, ada Yudas Iskariot si pengkhianat. Namun kenapa Yesus memilih mereka menjadi para rasulNya? Mengapa Gereja umat Allah membuat kualifikasi dalam pembinaana calon imam dan religious? Sepertinya Yesus juga konsekuen terhadap aneka penyataanNya bahwa Dia siap menerima realitas hidup sesame apa adanya, sebagaimana Dia membiarkan biji gandum dan lalang tumbuh bersama? (Mat 13: 30). Yesus juga memilih mereka memilih para rasul, bukannya sebagai pengawal, preman atau bodyguard,  yang siap membentengi diriNya terhadap segala yang akan terjadi; kebaikan Petrus saja pernah ditolakNya (Mat 16: 23).
Kenapa mereka dipilih?
'Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya'.
Yesus mengadakan aneka pelayanan: Dia mewartakan sabda Tuhan, Dia mengadakan mukjizat penyembuhan dan pengusiran kuasa kegelapan. Tidak tampak peran para murid yang dipilihNya menjadi rasul. Hanya Yesus yang melakukan pelayanan kasih.
Kenapa mereka dipilih?
Kenapa kita juga dipilihNya?  'Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu' (Yoh 15: 16). Amat jelas Yesus memilih kita menjadi para muridNya, bukan kita yang memilih Dia. Sekarang ini masihkah perlu kita bertanya-tanya demikian? Bukankah Yesus itu sang Mesias Penyelamat. Dia memilih kita, agar kita beroleh keselamatan kekal! Itulah alasannya dan tidak ada yang lain.
Paulus dalam bacaan kedua malahan mengajak kita untuk menikmatinya dengan penuh syukur, karena memang kita diselamatkan. Paulus menasehatkan: 'kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati'.
 
 
 
Oratio :
 
Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau telah memilih dan memilih kami, walau kami tanpa jasa. Ajarilah kami ya Yesus menikmati keterpilihan kami dengan berani memberi waktu untuk berbincang-bincang denganMu. Sebab dengan berbincang-bincang, kami akan mengetahui apa maksud dan kehendakMu kepada kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Pergilah Yesus ke bukit dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening