Senin dalam Masa Biasa XXIII

5 September 2011
Kol 1:24 – 2:3  +  Mzm 62  +  Luk 6: 5-11
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
 
 
Meditatio :
'Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia'.
Pernyataan ini menegaskan bahwa: sebenarnya menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat tidaklah bertentangan dengan aturan hari Sabat. Tekanan pernyataan di atas terletak pada keinginan mereka, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi untuk menjerat dan mempersalahkan Yesus, karena tindakan dan karya pelayananNya. Sekali lagi, sepertinya banyak orang memahami dan mengerti, kalau Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat.
Yesus, yang mengetahui pikiran mereka, berdiri dan malahan menantang mereka, kataNya: 'Aku bertanya kepada kamu: manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?'. Yesus mengembalikan inti persoalan. Mereka semua diam, karena memang mereka semua sudah mengetahui jawabannya, mereka tahu apa yang harus mereka katakan dan mereka lakukan dengan pertanyaan Yesus tadi. Mereka diam, karena mereka malu. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi dibuatNya tidak berkutik dengan tindakan dan perilaku mereka sendiri.
'Ulurkanlah tanganmu!', kata Yesus kepada orang yang lumpuh tangannya itu. Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Kehendak Yesus selalu menyelamatkan umatNya. Orang yang lumpuh tadi memang harus berani memilih: taat kepada Yesus dengan berani maju dan berdiri atau berdiam diri, karena banyaknya ahli Taurat dan orang-orang Farisi; bukankah mereka itu telah menduduki kursi Musa dan semua orang harus hormat dan taat kepada mereka (Mat 23: 2-3)? Siapalah Yesus itu seorang ketua komunitas baru, Dia tidak mempunyai posisi dan peran utama dalam struktur social.  Seakan-akan, Yesus juga harus bertanya kepada orang itu: mana yang lebih baik baagi kamu:  taat kepadaKu atau kepada mereka? Dan memang orang itu bisa dan mampu memilih yang terbaik bagi hidupnya. Dan ternyata dia memilih Yesus yang menyelamatkan!
Kita semua, yang hidup di jaman sekarang ini, tidak lagi harus memilih, sebagaimana dihadapi orang lumpuh tadi. Hari demi hari malahan kita semakin tahu dan mengerti bahwa 'Kristuslah pengharapan akan kemuliaan!' sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, 'Kristuslah rahasia Allah, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan', yang semuanya karena kemauan kita untuk mendengarkan dan merayakan sakramen-sakramennya. Yang perlu kita kerjakan sekarang adalah agar kita semakin hari semakin setia, karena memang kesempatan untuk semakin mengenal Dia semakin terbuka lebar. Usaha pengenalan dan kesetiaan kita hendaknya meneladan Paulus tentang usaha dan pergumulan dalam mengenal Kristus.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus, kami bersyukur kepadaMu atas rahmat dan kasihMu yang Engkau limpahkan kepada kami. Namun tak jarang kami mulai gelisah dan gelisah, kalau ada orang-orang yang menerima lebih banyak daripada kami. Ada keinginan kuat untuk menjatuhkan sesame kami; kami irihati, kami tidak ingin kalah dari orang lain. Yesus ajarilah kami selalu untuk berani menerima kenyataan hidup, malahan kami Engkau ajak untuk selalu berani memilih yang terbaik bagi hidup kami, guna kemurnian diri kami sendiri.
Tuhan Yesus, bantulah kami selalu, amin.
 
 
Contemplatio :
          Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening