Senin dalam Masa Biasa XXV

19 September 2011
Ezr 1: 1-6  +  Mzm 126  +  Luk 8: 16-18
 
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada para muridNya: "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
 
 
Meditatio :
'Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur'.
Memang benar pernyataan Yesus ini. Sebab tak jarang orang menggunakan segala sesuatu sesuai dengan kegunaan dan keperluannya. Pasti seseorang menyalakan pelita dan 'menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya'. Pelita dinyalakan memang untuk memberi terang agar kita dapat melihat segala sesuatu dengan baik di waktu gelap atau malam.
Kenapa Yesus berbicara tentang pelita? Apa banyak orang menggunakan pelita tidak sebagaimana mestinya? Yesus tidak berbicara tentang pelita. Yesus pun ternyata tidak membandingkan sesuatu dengan pelita. Namun dengan adanya pelita, malam hari sepertinya berkurang lamanya dan bahkan ditiadakan, karena memang segalanya masih dapat kita lihat dan kita pandang.
Ada pelita ada terang, kegelapan berkurang dan bahkan dienyahkan. Demikianlah juga, 'tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan'. Semuanya akan disampaikan, semuanya akan dibuka! Bukankah Allah menghendaki semua orang beroleh selamat; kiranya setiap orang yang dikasihiNya mengetahui rencana dan kehendak Allah. Walau sepertinya tetap harus disadari cara penyampaian Allah yang berbeda satu dengan lainnya; ada 'yang menerima karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah', dan ada yang pula 'yang hanya diberitakan dalam perumpamaan' (Luk 8: 10), sebab memang anugerah diberikan oleh Allah kepada seorang yang satu berbeda dengan yang lain (1Kor 12: 11-12).
Jujur saja, kita semua adalah orang-orang yang mempunyai banyak anugerah. Terpujilah Tuhan! Apa yang dapat kita buat? Hendaknya kita semakin berani membuka diri kepada kehendak Tuhan. Sabda hendaknya menjadi perhatian utama hidup kita! Bukan puji-pujian kita, bukan doa-doa kita, bukan puasa dan sedekah kita, bukan kebaikan dan uluran tangan kita, yang memang semuanya bisa kita lakukan. Sabda dan kehendak Tuhan hendaknya menjadi perhatian utama kita. Semakin kita terbuka akan kehendakNya, semakin melimpah juga rahmat dan pengenalan kita kepadaNya. 'Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar, karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya', tegas Yesus kepada kita. Kepandaian kita bermain gitar akan semakin bertambah, kalau memang kita rajin berlatih. Pengenalan kita akan kehendak Tuhan semakin bertambah dan menghasilkan banyak buah, kalau kita memang berani mendengarkan sabdaNya. Keengganan dan ketidakmauan kita mendengarkan sabdaNya akan semakin membuat kita tidak mengerti kehendak dan kemauan Tuhan.
'Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia'.
Seorang raja, yang bukan orang Israel menggerakkan pembangunan rumah ibadat bagi orang Israel di Yerusalem. Itulah kenyataan! Itulah memang kehendak Tuhan, sebagaimana pernah dinyatakan oleh nabi Yeremia. Itulah sedikit yang diceritakan dalam bacaan pertama tadi.
Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita pun seringkali berhadapan dengan aneka peristiwa di luar daya tangkap insane kita, di luar kemauan rasional kita, terlebih lagi semakin sulit kita mengerti, bila kita berhadapan dengan peristiwa yang mengungkapkan kemurahan hati Tuhan, sebagaimana kita renungkan dalam Injil hari Minggu kemarin. Namun itulah kemauan Tuhan, dan kita dapat memahaminya kalau kita memang sering mendengarkan sabdaNya.
 
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kemurahan hatiMu seringkali tidak bisa kami mengerti, karena memang seringkali kami bertitiktolak pada diri kami sendiri, kami amat lemah dalam memperhatikan Engkau. Ya Yesus, ajarilah kami menaruh segala rencana kehendak kami ini hanya kepadaMu, terlebih lagi kehendakMu yang mau membuka segala rahasia kehidupan bagi setiap orang yang percaya kepadaMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Bagiku hidup adalah Kristus' dan tidak ada yang lain.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening