Hari Raya Semua Orang Kudus

1 November 2011
Why 7: 2-4.9-14  +  1Yoh 3: 1-3  +  Mat 5: 1-12a
 
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
 
 
Meditatio :
Hari ini Gereja mengenangkan semua orang kudus, karena Gereja umat Allah adalah persekutuan kudus, karena kita semua bersekutu hati dengan mereka yang sudah mendahului kita dan telah menikmati kebahagiaan surgawi, merekalah para kudus.
          Yohanes melukiskan mereka itu, sebagaimana penglihatan yang dialaminya dalam  kitab wahyu, bacaan pertama tadi:  'sebagai suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!'
Mereka para kudus menikmati kebahagiaan surgawi, bukanlah semata-mata jasa dan perbuatan baik mereka, walau tak dapat disangkal mereka adalah para pejuang kehidupan bersama Kristus. Mereka bukanlah orang-orang yang hanya berdiam diri dalam suatu biara suci, tanpa kata satu dengan lainnya. 'Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba', tulis Yohanes dalam kitab Wahyunya. Mereka menikmati kebahagiaan surgawi karena Yesus Kristus sendiri yang maharahim dan pemurah. Mereka menikmati karunia termulia karena kasih Allah! Kasih karunia mendahului mereka, dan mereka nikmati semenjak mereka berjuang dan berjuang dalam perjalanan hidupnya; kasih Allah meneguhkan mereka, perhatian dari sang Empunya kehidupan menyertai mereka, dan mereka memang mau merasakannya.
          Mereka adalah 'orang-orang yang miskin di hadapan Allah', mereka hanya mengandalkan kekuatan Allah. Malahan segala yang mereka miliki, mereka simpan dalam surge (Mat 6: 20), dan sebaliknya, sekarang 'merekalah yang empunya Kerajaan Sorga',  mereka 'adalah anak-anak Allah',  yang  'melihat Allah' dari muka ke muka 'dalam keadaanNya yang sebenarnya', sebagaimana kita baca dalam surat pertama Yohanes, bacaan kedua tadi. Pengandalan diri akan Allah mereka tunjukkan dan konkritkan dalam hidup sehari-hari, dengan bersikap 'murah hati dan lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran' dan tetap setia dalam 'cela, aniaya dan fitnahan segala yang jahat', yang secara sengaja dan terang-terangan diarahkan kepada mereka. Mereka semua sekarang 'bersukacita dan bergembira menikmati upah besar di sorga'.
          Kita pun harus berani yakin bahwa ada di antara mereka, para kudus, kita kenal dengan baik, karena memang mereka selama hidupnya memberikan diri kepada Tuhan dengan segenap hati; mereka telah percaya dan percaya kepada Tuhan dan melaksanakan kehendakNya. Mereka yang kita kenal itu mungkin orangtua atau anak-anak kita, saudara dan saudari kita sendiri, teman dan sahabat kenalan, karena para kudus di surge, bukanlah hanya mereka yang telah menerima gelar santo-santa, atau para martir, para perawan dan  para pujangga Gereja, melainkan semua orang yang memelihara sabda Tuhan dan melaksanakan, karena memang mereka adalah saudara dan saudari dan ibu Yesus sendiri (Mat 12: 49-50).
'Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya'.
          Kita perkuat pengharapan kita, dengan 'menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci'.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus,  Engkau mengundang kami dalam kekudusan. Ajarilah kami semakin hari semakin setia dalam  berusaha mendapatkan kekudusan, dan tidak mudah jatuh dalam kelemahan diri yang memang sering mencari kepuasan diri. Yesus kuduskanlah kami. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Kuduskan hati ini untuk kami menyembah
          Biar segala perkara, kuserahkan padaMu Yesus
          Biarlah Roh Kudus bekerja membimbing kami semua.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening