Jumat Pekan Biasa XXIX

21 Oktober 2011
Rom 7: 18-22  +  Mzm 119  +  Luk 12: 54-59
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."
 
 
Meditatio :
'Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?'.
Tegur Yesus kepada orang banyak yang mengikutiNya. 'Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi; dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi'. Seharusnya kamu pun mampu menilai zaman ini. Bukankah kita tidak mampu melihat darimana asalnya angin dan bertiup ke mana? Sebaliknya,  dalam pergaulan  sehari-hari, kita dapat semakin mengenal orang-orang yang selalu kita jumpai dan juga aneka peristiwa kehidupan yang selalu akan berulang dan berulang terjadi? Mampukah kita  memperkirakan sesuatu yang akan terjadi? Merasakan dan menikmati aneka peristiwa sehari-hari akan membekali hidup dengan aneka pengalaman; yang tidak mengenakan dan tidak memberikan sukacita akan kita tinggalkan, dan sebaliknya aneka peristiwa yang kita rasakan sebagai keterlibatan Tuhan secara langsung akan menjadi bekal yang menguatkan.
'Mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?', tegas Yesus. Kiranya pengalaman hidup menjadi ibu pengetahuan kita, agar kita dapat menentukan langkah ke depan dengan lebih baik, segala yang sia-sia kita tinggalkan; kiranya peristiwa yang tidak mengenakkan tidak akan terjadi lagi. Kiranya aneka pengalaman sungguh-sungguh menjadi bekal dan modal hidup kita.  'Jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'. Peringatan Yesus ini amat mengharapkan agar peristiwa semacam itu tidaklah terjadi lagi, sebab mafia semacam ini bisa berhenti kalau memang kita tidak memberi kesempatan.  Pilihan dan tindakan bijak kita juga berguna bagi orang lain.
Pengalaman hidup itu penting. Banyak kali pesan ilahi menyapa kita melalui aneka peristiwa kehidupan, karena memang Allah berbicara dalam bahasa dan peristiwa hidup umatNya. Dia berbicara melalui bahasa kita, umatNya, dan bukan dalam bahasa Dia, yang di luar kemampuan kita. Paulus pun dalam bacaan pertama mengingatkan: 'kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat'. Inilah yang sering terjadi. Kecenderungan inilah yang makin hari makin menguat; semuanya itu kita sadari, semuanya akan terus terjadi, mengapa?   'Sebab dosa masih berdiam di dalam aku, walau di dalam batinku aku suka akan hukum Allah'. Inilah aku, ini yang terjadi dalam hidupku.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, Engkau hidup dan menyejarah dalam dunia ini, karena memang Engkau mau mendekati kami dengan gaya, sikap dan cara hidup kami. Engkau menjadi seperti kami yang hidup dalam dunia, agar kami hidup seperti Engkau. Yesus ajarilah kami mencintai pengalaman hidup kami dan menjadikannya bekal bagi hidup ini. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Tinggallah dalam dunia tetapi janganlah menjadi dunia.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening