Jumat Pekan Biasa XXVIII

14 Oktober 2011
Rom 4: 1-8  +  Mzm 32  +  Luk 12: 1-7
 
 
 
 
Lectio :
Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
 
 
Meditatio :
'Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'.
Beberapa hari ini telah disodorkan kepada kita: tindakan jahat yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Hari ini Yesus mengingatkan kepada para muridNya, kepada kita semua: 'waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'.  Yesus berkata demikian, karena sepertinya pengajaran, sekaligus penipuan mereka itu, begitu gencar dan menakjubkan banyak orang, dan banyak orang terbuai oleh kata-kata dan keindahan yang mereka tawarkan, padahal mereka menyampaikan kebohongan dan kepalsuan belaka. Sebaliknya, para pendengar juga diingatkan oleh Yesus, agar tidak percaya kepada hasutan orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Yakinlah kebohongan dan kepalsuan mereka akan terbongkar, sebab 'tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah'.
Namun bukankah orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu menduduki kursi Musa, mereka menentukan derap langkah social dan keagamaan? Bukankah mereka mempunyai kekuatan dan gada besi untuk menggerakkan masyarakat  dan untuk menghukum orang-orang yang berlawanan dan berseberangan mereka? Kiranya kekuatiran seperti ini juga tampak dalam raut wajah mereka para murid dalam berhadapan dengan penguasa, tak ubahnya dengan kita bila berhadapan dengan oknum-oknum pejabat yang korup, kita dibuatnya tidak berdaya! Menghadapi kenyataan seperti ini, Yesus menegaskan: 'Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!'.
Apakah dibedakan kematian oleh manusia dan kematian oleh Allah? Manusia boleh memaksa kematian, tetapi bila Allah tidak mengijinkan, apa yang akan terjadi? Kita manusia hanya berkuasa mematikan raga insani sesame kita; dan bahkan manusia itu dikuasai oleh kematian insane dengan pelbagai sebab.
Kematian memang di luar kuasa kita! Kita tidak perlu membicarakannya, karena memang kita tidak mampu berkata-kata tentang hal itu. Namun kiranya, kerahiman dan kuasa Tuhan Allah, yang kiranya menjadi peneguhan hidup kita, bahwa hanya dalam Dialah kita beroleh kehidupan, sebab Dialah sang Empunya kehidupan. Kuasa dan kasih Tuhan itulah yang dinyatakan Yesus dalam sabdaNya tadi: 'burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'. Kita umat yang dikasihiNya lebih berharga dan mulia dibanding dengan ciptaan-ciptaan lainnya.
Kematian bagi kita orang-orang yang percaya memang hendaknya tidak menjadi hal yang menakutkan. Ada kepedihan dan dukacita, ada perasaan was-was dan ketidak-siap-siagaan, itu wajar. Itulah kita orang, manusia ciptaan Tuhan yang penuh kelemahan dan keterbatasan. Namun kiranya, sabda Tuhan melalui santo Paulus yang dinyatakan hari ini sungguh-sungguh menjadi kekuatan dan peneguhan kepada kita bahwasannya 'iman diperhitungkan menjadi kebenaran bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, dan bukan berdasarkan perbuatannya', demikian juga 'pelanggaran-pelanggaran, dosa-dosa dan kesalahannya tidak diperhitungkan oleh  Tuhan'. Bukan jasa dan bekal kita yang menjadi perhitungan dalam menghadapi kematian, melainkan iman kita dan kasih Tuhan Yesus sendiri.
Dia yang berkuasa atas hidup dan mati, kepadaNyalah kita takut dan berserah, dan bukankah Yesus Kristus telah menjadi tebusan bagi kita? Salah satu pesan Yesus hari ini memang betul-betul menggertak kita: hendaknya kita tidak takut kepada siapapun juga, kalau pun mereka mengancam dan hendak membinasakan, mereka hanya mampu membunuh tubuh kita, tetapi kehidupan yang luhur dan indah hanya pada  'Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka'. Dialah sang Penguasa kehidupan. Dialah 'Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup' (Rom 14: 9).
 
 
Oratio :
 
Yesus Tuhan, Engkaulah Penguasa kehidupan dan hanya padaMulah kami harus berserah, bantulah kami agar semakin berani merundukkan diri di hadapanMu. 
Ya Tuhan Yesus, banyak saudara kami yang harus bergulat batin dalam menerima Engkau di akhir hidupnya, bantulah mereka dengan terang Roh KudusMu agar semakin mudah memahami dan mengerti bahwa Engkau sang Pemilik hidup ini, dan mereka menyerahkan diri kepadaMu dan beroleh rahmat keselamatanMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Takutilah Dia
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening