Kamis Pekan Biasa XXVIII

13 Oktober 2011
Rom 3: 21-30  +  Mzm 130  +  Luk 11: 47-54
 
 
 
 
Lectio :
Kata Yesus kepada orang-orang Farisi: "Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
 
 
 
Meditatio :
'Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi'.
Kembali Yesus mengecam orang-orang Farisi atas tindakan mereka yang jahat, yang memang semuanya itu jauh-jauh telah menjadi pemahaman Allah yang penuh kasih, sebagaimana dikatakan Yesus bahwasannya:  hikmat Allah mengatakan: 'Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah'.  Matius juga menggambarkan realitas ini dalam perumpamaan tentang tuan kebun anggur dan penggarap-penggarapnya (Mat 21: 33-41). Program keselamatan oleh Allah dimasukkan dalam sejarah manusia, yang memang dimaksudkan agar setiap orang memahami bahwa kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia ciptaanNya terjadi semenjak semula; semuanya itu dilalukan dalam sejarah manusia. Rencana Allah itu menyejarah!
'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa para ahli Taurat tidak mau membagikan pengetahuan mereka tentang Kitab Suci. Mereka merasa banyak tahu tentang kitab suci, tetapi mereka tidak mau membagikan dan mensharingkannya kepada orang lain. Apa yang mereka miliki dan mereka ketahui menjadi konsumsi pribadi, walau mereka tidak juga mengamalkannya. Sikap egois yang menghalangi seseorang untuk berbagi kasih, terlebih berkaitan dengan keselamatan, tidak menyukakan hati Tuhan, bukan demi kepentingan Tuhan Yesus, melainkan menghalang-halangi orang lain yang hendak menikmati keselamatan.
Sikap egois bukanlah tindakan iman. Sikap egois menghalangai tertaburnya benih-benih iman kepada sesame ciptaan; padahal imanlah yang merupakan wadah untuk menyambut belaskasih Tuhan yang menyelamatkan. Paulus dalam bacaan pertama tadi mengingatkan: 'semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat'.
 
Bukankah 'maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?' (Rom 2: 4). Inilah yang tidak dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.
'Guru, dengan berkata demikian, Engkau menegur kami juga';  kiranya pernyataan ini juga harus berani kita ungkapkan, sebagaimana kita renungkan kemarin, karena kita sering bertindak egois dan merasa diri hebat daripada orang lain. Sebenarnya keberanian kita berkata begitu menunjukkan adanya kemauan baik untuk berbenah diri.
'Setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya'.
Yesus terus-menerus dikejar dan dikejar oleh orang-orang yang tidak menghendaki kehadiranNya. Kiranya juga sebuah resiko bagi para pengikutNya, kalau mendapatkan penghinaan dan pelecehan karena iman kepada Kristus. Adakah dan pernahkah saudara mendapatkan pelayanan istimewa, karena iman dan baptisan dalam GerejaNya? atau malahan sebaliknya?
 
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus Engkau datang ke dunia dalam proses sejarah manusia, Engkau tidak mengambil jalan pintas, yang memang tidak banyak merepotkan Engkau. Namun karena kasihMu, Engkau mengikuti derap sejarah, terlebih gerak jiwa orang-orang yang membutuhkan Engkau. Buatlah kami sabar dan setia, ya Yesus, mengikuti proses perkembangan hidup ini.
Lembutkanlah hati kami juga dalam menerima kritik sesame, yang memang disampaikan dalam kasihMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Aku datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening