Kamis Pekan Biasa XXX

27 Oktober 2011
Rom 8: 31-39  +  Mzm 109  +  Luk 13: 31-35
 
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."  Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.  Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau.  Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata:  Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"
 
 
Meditatio :
'Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau'.
Itulah pemberitahuan orang-orang Farisi kepada Yesus. Orang-orang Farisi adalah lawan-lawan Yesus. Namun mengapa mereka memberitahukan berita itu? Bukankah mereka akan mendapatkan keuntungan dengan kemauan Herodes itu? Bukankah mereka cukup dan tinggal memanas-manasi atau mengkompori emosi jiwa sang Herodes agar kemauannya segera terlaksana? Bukankah mereka tinggal semakin membuka peluang agar kematian Orang Nasaret itu segera terwujud, tidak perlu lagi dengan membuat aneka pertanyaan yang menjebakNya? Dengan demikian kematian Yesus tidak akan menjadi tanggungan mereka. Atau memang rencana Allah bahwa Anak Manusia harus mati di tangan orang-orang yang dikasihiNya, memang harus segera terlaksana? Kematian Yesus memang bukanlah kematian sia-sia, Yang dibinasakan, Yang dikalahkan, dan bukanlah kematian yang menjadi konsumsi penguasa. Kematian Yesus adalah kematian produktif!
Kalau kehadiran Yohanes Pembaptis saja sudah menggelisahkan Herodes, tentunya kehadiran Yesus membuat mereka yang berkuasa semakin tidak tenang hidupnya. Yesus tidak gentar atas pemberitahuan itu, dengan tegas Dia mengatakan: kepada mereka: 'pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.  Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem'.
Pernyataan Yesus ini sungguh-sungguh jawaban seorang Pemberani. Seluruh program dan rencana Allah hendak Dia selesaikan dan Dia penuhi. Segala rencana dan kemauan manusia tidak akan mengubah kehendak Allah; manusia tidak akan mampu menghalang-halangi maksud Allah; 'hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku', tegas Yesus, kematianKu tidak akan terjadi di sini, kematianKu bukanlah di Betlehem dan juga bukan di Nazaret atau di Samaria, tempat orang-orang yang berlawanan dengan bangsaKu, kaum Yahudi, 'sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem'. Inilah rencana dan kehendak Allah.
'Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!'
Segalanya akan terpenuhi di Yerusalem. Namun tak dapat disangkal kasih Allah menyesalkan sikap keras dari Yerusalem, kota Allah, kota Raja agung, sebab memang 'TUHAN sendiri yang membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai' (Mzm 147: 2). Perlawanan Yerusalem adalah perlawanan orang-orang Israel, kaum bangsa yang dicintai oleh Tuhan Allah. Allah memang mengasihi umatNya. 'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau'. Allah memahami kemauan umatNya, Allah pun tidak akan menghalang-halangi kemauan umatNya, yang jelas-jelas akan melawan dan menantangNya. Kasih Allah, yang menciptakan manusia serupa dengaan gambarNya, tidak akan diambil dan ditarik kembali dari ciptaanNya. Kasih Allah itu kekal abadi, dan penuh misteri! 
Allah menyesalkan sikap keras dari Yerusalem, karena di hari akhir mereka semua akan baru mengakui. 'Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi, tetapi Aku berkata kepadamu: kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata:  diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!'.
Kasih Allah itu kekal abadi. Dia, bukan hanya tidak mau mencabut anugerah indah yang pernah diberikan kepada kita umatNya; Dia malahan menyatukan kita dalam diriNya, dalam keselamatan bersamaNya. Paulus dalam bacaan pertama menuliskan: 'jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita'.
 
 
Oratio :
 
Yesus, kasihMu begitu besar. Engkau sungguh indah. Buatlah kami selalu merasakan anugerahMu yang begitu indah kepada kami, dan kami hidup selalu dalam kasihMu. KasihMu, ya Yesus, menyelamatkan hidup kami.  Ampunilah mereka yang benar-benar menolak hidup dalam kasihMu, semoga rahmat pertobatan mengubah gaya hidup mereka. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Kasih yang sempurna telah kuterima dariMu
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening