Minggu Pekan Biasa XXVIII

9 Oktober 2011
Yes 25: 6-10  +  Fil 4: 12-14 +  Mat 22: 1-13
 
 
 
 
Lectio :
Yesus berbicara dalam perumpamaan kepada para muridNya: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
 
 
 
Meditatio :
'Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu'.
'Aku berkata kepadamu bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Inilah penegasan Yesus yang kita renungkan pada hari Minggu yang lalu, di mana Yesus menerangkanNya dengan menggunakan perumpamaan tentang beberapa penggarap kebun anggur yang menyiksa pada hamba-hamba sang tuan empunya kebun anggur untuk mendapatkan hasilnya, bahkan dengan berani menyiksa dan membunuh anak sang tuan pemilik kebun anggur.
Hari ini Yesus menggambarkan orang-orang Israel dengan orang-orang yang mendapatkan undangan untuk pesta perkawinan. Mereka tidak menanggapi undangan itu dengan pelbagai alasan rasional, bahkan membunuh orang-orang pengantar undangan. Dengan demikian, secara terang-terangan mereka melawan sang pengundang pesta. Sang tuan pesta marah dan membinasakan orang-orang yang pantas diundang, malahan sebaliknya dia memutuskan: 'perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu'.
Orang-orang Israel yang berhak secara istimewa mendapatkan keselamatan menolak keselamatan itu. Sebaliknya, kita lah orang-orang beruntung, yang mendapatkan keselamatan mulia itu, karena kemauan dan keberanian kita mengikuti undanganNya. Berkat iman kepercayaan kepada Kristus sang Empunya kehidupan kita mendapatkan rahmat penebusan dan diundang dalam persekutuan dengan Dia, dan oleh RohNya yang kudus, kita mampu menyebut Allah, Abba ya Bapa.
Berkat iman kepercayaan dan keberserahan diri kepadaNya sang Pemberi hidup, Paulus dalam bacaan kedua, mengajak kita untuk berani mengakui bahwa Kristus Tuhan itu selalu mendampingi; sebab sama seperti Paulus yang sungguh-sungguh mengandalkan Kristus, kita akan berani berkata: 'segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku, sebab Allah memenuhi kita segala keperluan menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus'. Dalam Kristus, hidup semakin bermakna dan beroleh kekuatan!
'Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?'.
Kata raja itu, ketika masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, dan  melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Perumpamaan ini hendaklah langsung kita arahkan pada kemauan baik kita dalam berliturgi, dalam menikmati perjamuan bersama Kristus. Bukanlah jenis pakaian yang dipersoalkan di sini, melainkan kemauan baik seseorang untuk 'berpakaian pesta' adalah kemauan baik seseorang untuk sungguh-sungguh mempersiapkan diri ambil bagian dalam pesta perjamuan. Dia tidak datang dengan tangan kosong, tiada semangat, melainkan dia berangkat dengan penuh semangat hendak menjumpai Tuhan Yesus yang mengundang kita dalam perjamuanNya; dia secara sadar dan mau, hendak mendengarkan suaraNya dan kehendakNya, dan sekaligus dia hendak mengucap syukur kepada Tuhan Allah  atas belaskasih dan cintaNya, sembari tetap berharap dan berharap akan perlindungan dan pendampinganNya. Saya mengikuti perjamuan, karena memang saya mau! Saya mempersiakan diri dan akan ambilbagian di dalamnya secara aktif. Keikutsertaaan dalam perayaan Ekaristi tanpa 'berpakaian pesta', bukannya mendatangkan berkat, malahan menjadi beban dan mendatangkan hukuman bagi diri pribadi, sebagaimana diumpamakan tadi, 'raja memerintahkan kepada hamba-hambanya: ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'.
 
 
Oratio :
 
Yesus, ingatkanlah kami selalu untuk mengucap syukur kepadaMu atas rahmat kasihMu, yang mengundang kami dalam perjamuan surgawi. Sebab undanganMu sungguh-sungguh membawa berkat keselamatan bagi kami. Ajarilah kami juga untuk sungguh-sungguh mempersiapkan hati dan budi kami dalam menyambut kehadiranMu, yang hendak kami rayakan secara istimewa dalam perayaan-perayaan sabda dan sakramental. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Terpujilah Engkau ya Tuhan Yesus.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening