Pesta Santa Teresia Lisieux

1 Oktober 2011
Yes 66: 10-14  +  Mzm 131  +  Mat 18: 1-5
 
 
 
 
Lectio:
 
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
 
 
 
Meditatio:
 
'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?'.
Inilah pembicaraan orang-orang sombong, yakni para murid Yesus. 'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga', dan bukannya siapakah yang dapat masuk Kerajaan Surga. Apakah mereka benar-benar yakin bahwa mereka akan masuk dalam Kerajaan Surga? Namun yang jelas mereka begitu mengungkapkan kesombongan diri yang merasa diri lebih unggul di antara yang lain.
 Menanggapi mereka, Yesus memanggil dan menempatkannya seorang anak kecil di tengah-tengah mereka lalu berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Pertobatan dan penuh kepasrahan diri adalah syarat seseorang boleh menikmati Kerajaan Surga. Bagaimana mungkin seseorang bisa membicarakan dan merenungkan menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga, bila memang dia tidak bisa dan tidak mampu menikmati Kerajaan Surga. Yesus memurnikan terlebih dahulu para muridNya, bahwasannya kemuridan mereka tidak menjadi jaminan untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Seseorang harus berani bertobat dan taat kepada Tuhan Bapa di surga, agar diperkenankan menikmati Kerajaan Surga.
Kedua,  'sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'. Yesus tidak saja menyampaikan siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga, tetapi juga sekaligus menegur mereka atas kesombongan dan pemegahan diri yang hanya ingin mencari pemuasan jiwa, dan malahan ingin mendapatkan banyak pelayanan. Sebab memang Kerajaan Surga bukanlah soal kelak di akhir jaman, melainkan sekarang ini dapat dinikmatinya dalam kasih terhadap sesama, sebab Allah sendiri adalah kasih.  
Ketiga, 'barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku'. Kasih Allah itulah yang harus diwujudkan dalam pergaulan sehari-hari, bukan dengan mereka orang-orang besar yang mudah untuk kita perhatikan dan menarik hati kita, melainkan dengan mereka yang seringkali menambah beban perhatian kita. Mereka itu bagaikan anak-anak kecil yang banyak menuntut perhatian kita, karena mereka orang-orang yang haus akan perhatian dan kasih.
Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus atau Teresia dari Lisieux adalah seorang yang rindu dan haus kasih Tuhan, bahkan dialah seseorang yang begitu manja terhadap Tuhan. Kerinduan akan belaian dan perhatian Yesus mewarnai hidup gadis sederhana ini. Panggilanku adalah kasih, tegas santa Teresia. Dalam karya intelektual, dengan rendah hati, Teresia mengakui bahwa dirinya tidak mampu berbuat banyak dan tidak ada tulisan tangan yang dapat dibanggakan dalam perjalananan hidupnya; Teresia hanya mampu mempersembahkan hidupnya yang lemah. Namun begitu, kelemahan fisiknya tidak membatasi perhatian dan kasihnya kepada orang-orang yang merindukan karya pewartaan Allah; ketidakmampuan Teresia untuk turun langsung dalam karya pewartaan tidak membatasi dirinya untuk menaruh kasih kepada mereka dan mendoakan mereka, yang ambil bagian dalam karya misi. Dia yang berada di balik tembok biara, menjadi pedamping dan pelindung orang-orang yang aktif dalam karya misioner.
Teresia memberanikan diri bermanja dalam pelukan kasih Tuhan, karena dia yakin Allah adalah kasih; Teresia adalah seorang yang yakin sungguh-sungguh akan sabda dan kehendak Tuhan, sebagaimana dikatakan oleh Kitab Yesaya dalam bacaan pertama tadi: 'beginilah firman TUHAN: sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.  Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya'.
Yesus aku merindukan Engkau.
 
 
 
Oratio:
       Ya Yesus, Engkau menghendaki agar kami berani merundukkan diri di hadapanMu, bukannya karena Engkau menginginkan penghormatan dari semua ciptaanMu, melainkan agar kami tidak tenggelam dalam kuasa dan urusan dunia yang memang tidak mendatangkan keselamatan, semuanya bersifat fana dan berujung pada kebinasaan. Yesus, semoga semakin berani memberi hati hanya kepadaMu. Amin.
 
 
Contemplatio:
'Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening