Pesta santo Lukas

18 Oktober 2011
2Tim 4: 10-17  +  Mzm 145 +  Luk 10: 1-9
 
 
 
 
Lectio :
Suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
 
 
Meditatio :
'Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'.
Sebuah perutusan yang benar-benar menantang. Sebuah pesan yang disampaikan Yesus kepada ketujuh puluh murid, yang diutus pergi berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Sebuah perutusan yang tidak mengenakan, bukan bagaikan serigala pergi ke tengah-tengah kawanan domba, melainkan sebaliknya 'seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Perutusan mereka penuh resiko, dan kiranya mereka harus siap dilahap oleh serigala-serigala yang mereka jumpai.
'Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut', sebab tak jarang orang direpotkan dengan aneka perbekalan. Orang tidak dapat bergerak bebas. Aneka perbekalan tak jarang malahan menjadi halangan untuk mencapai tujuan dari sebuah perjalanan. 'Janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan'. Sebab obrolan dan perbincangan yang ke sana ke mari dalam perjalanan akan mengurangi intense perutusan, mereka pergi bukan untuk rekreasi. Pernyataan Yesus ini  pun juga tidak dimaksudkan melarang untuk just say hello dan melemparkan senyum kepada orang-orang  lain yang ditemuinya.
'Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah'. Mereka yang diutus, hendaknya bersikap ramah dan pembawa damai, menerima apa adanya, entah keberadaan mereka yang dikunjungi atau pun sambutan mereka; seorang tamu sebenarnya tidak bisa memaksa orang lain untuk menerima kedatangannya. Seorang tamu harus berani menerima apa adanya.
'Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu', tegas Yesus. Kerajaan Allah sudah dekat adalah intense perutusan mereka. Bila mereka berjumpa dengan orang sakit, mereka harus mengobati dan menyembuhkannya; yang semuanya itu adalah cara dan teknik dalam pewartaan kasih sejati. Mereka memang diminta untuk pergi mendahului Yesus, sang Empunya Kerajaan Allah. Menerima kehadiran Yesus dan membiarkan diri dipimpin olehNya berarti Kerajaan Allah ada di tengah-tengah umatNya. Kerajaan Allah bukanlah realitas akhir jaman, Kerajaan Allah adalah kondisi umat beriman yang membiarkaan diri dipimpin dan  dikuasai oleh Kristus Tuhan.
Hari ini adalah pesta santo Lukas. Dalam bacaan pertama tadi hanya disebutkan bahwa Lukas adalah salah seorang yang setia mendampingi Paulus dalam perjalanannya. Namun kiranya dengan kedua tulisannya, Kisah Para Rasul dan Injil, kita dapat mengenal siapakah Lukas itu. Dia seorang yang sungguh-sungguh mengenal Yesus. Walau dia bukan salah seorang dari keduabelas Rasul, Lukas mengenal baik Yesus. Pengenalan Lukas akan Yesus membuat dia berani mewartakan sang Kebenaran; tentunya menjadi refleksi bagi kita bahwasannya kita akan semakin berani mewartakan dan bersaksi tentang Kristus, kalau memang kita banyak mengenal Dia.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus Kristus, Engkapun mengutus kami untuk mewartakan kabar keselamatan bagi setiap orang. Tambahkanlah pengenalan kami akan Engkau agar kami mempunyai bekal untuk mewartakan sabda dan kehendakMu.  SabdaMulah, ya Yesus, bekal wajib yang harus kami bawa dalam setiap perjalanan hidup ini. Kiranya pengalaman santo Lukas, juga menjadi pengalaman kami dalam mewartakan kabar sukacita.
Santo Lukas, doakanlah kami selalu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening