Sabtu Pekan Biasa XXIX

22 Oktober 2011
Rom 8: 1-11  +  Mzm 24  +  Luk 13: 1-9
 
 
 
 
Lectio :
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"
 
 
Meditatio :
'Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian'.
Penegasan Yesus ini mengejutkan banyak orang. 'Jika tidak bertobat, kita semua akan binasa atas cara demikian'. Cara yang bagaimana? Yakni kita akan dibunuh dan darah kita akan dipakai sebagai kurban persembahan atau  akan tertimpa menara; semuanya akan binasa dengan cara yang tidak wajar dan mengenaskan. Sekali lagi, orang yang tidak bertobat akan binasa!
Binasa berarti tidak selamat, tidak beroleh kehidupan kekal. Ada baiknya kalau kita bertobat dan bertobat!
Penyataan Yesus di atas sebetulnya tadi hendak menanggapi bahwa orang-orang yang mati karena kecelakaan, bukan karena usia tua, tidaklah bisa kita sebut sebagai para pendosa berat, bahwasannya kematian mereka itu adalah akibat mereka terkurung dan tenggelam dalam kuasa dosa; para pendosalah orang-orang yang mati demikian, para pendosa beratlahlah yang mati pada usia muda. Demikian juga, mereka yang harus berbaring karena sakit ataupu cacad, tidaklah boleh kita katakana: karena mereka berdosa. Atau sebaliknya, mereka yang mati di usia lanjut, apakah selama ini mereka tidak sempat berbuat dosa; atau mereka yang sehat badannya, cerdik dan pandai,  dan fisiknya yang gemuk itu adalah orang-orang yang yang suci hati? Hidup dalam ketidakmujuran dan kesusahan tidaklah berarti mereka hidup dalam kuasa dosa!
Tak jarang malahan kita harus berani melihat bahwa: aneka peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan ragawi kita adalah sebuah pemurnian yang diberikan Tuhan Allah sendiri, sebab proses pemurnian tak jarang bagaikan seseorang yang harus mendaki gunung tinggi untuk mendapatkan sesuatu, atau pun bagaikan perjalanan dalam malam gelap, yang mana kita harus meraba-raba karena memang tidak berdaya, tanpa ada pegangan diri untuk melangkah ke depan.
'Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?  Sangkamu juga kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?', tegas Yesus. Kecelakaan sering terjadi karena kecerobohan kita sendiri; kecerobohan dan kelemahan kita dapat mencelakakan diri sendiri, bahkan orang lain.
'Namun, jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian', tegas Yesus. Marilah kita berani bertobat dan bertobat, tidak ada istilah terlambat. Tuhan Yesus itu adalah Pengurus kebun anggur yang murah hati, yang selalu membela umat kesayanganNya di hadapan Bapa. 'Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'. Yesus memberi kesempatan selebar-lebarnya untuk bertobat dan bertobat.
Injil hari ini mengingatkan kasih karunia indah yang sudah dilimpahkan kepada kita, yakni Roh Kristus, Roh kebangkitanNya. Bertobat berarti kembali untuk hidup dalam bimbingan RohNya. Paulus dalam bacaan pertama mengingatkan kita: 'jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu'.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, ajarilah kami berani bertobat dan bertobat kepadaMu. Semoga aneka peristiwa pahit yang tidak mengenakan mengingatkan kami, agar kami  semakin hari semakin berani bersandar kepadaMu, terlebih bila berhadapan dengan peristiwa kematian. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening