Sabtu Pekan Biasa XXVIII

15 Oktober 2011
Rom 4: 13.16-18  +  Mzm 105  +  Luk 12: 8-12
 
 
 
 
Lectio :
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."
 
 
Meditatio :
'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah'.
Penyataan Yesus ini bukanlah pernyataan timbal-balik atau tukar guling atau bahkan pernyataan balas dendam, karena Yesus tidak diwartakan pada banyak orang. Penyataan Yesus ini ingin menegaskan bahwa barangsiapa mendengarkan sabda Tuhan, dia harus juga melaksanakannya, tidak cukup hanya dengan mendengarkan dan mendengarkan. Melaksanakan sabda Tuhan berarti melakukan kehendak Tuhan dalam hidup sehari-hari, baik dengan kata-kata dan perbuatan, dan itu semua tentunya tidak hanya dilakukan dalam gereja atau dalam rumah kita masing-masing, melainkan dalam pergaulan hidup kita sehari-hari. Mengakui Yesus di hadapan manusia tidak berarti kita berkotbah dan selalu menyebut-nyebut nama Yesus, bila berjumpa dan berhadapan dengan orang lain, mengakui Yesus di hadapan manusia berarti melakukan kehendak Tuhan yang menyelamatkan kita.
Ketidakmauan seseorang mewartakan bahkan menyangkal Yesus tentunya tidak akan mendatangkan keselamatan dalam dirinya. Di akhir jaman dengan tegas Yesus pernah menyatakan bahwa akan dipisahkan antara orang-orang yang mengikuti kehendakNya dan yang tidak melakukannya, bagaikan kawanan domba yang dipisahkan dengan kawanan kambing.
'Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni'.
Ketegaran umat yang dikasihiNya sepertinya membuat Yesus berang dan mengeluarkan ancaman seperti itu. Yang semuanya itu disebabkan kelambanan umat beriman dalam menanggapi kebaikan kasih Allah, terlebih ketegaran hati mereka yang memang tidak mau diselamatkan. Sabda Yesus ini hanya bisa kita mengerti yakni bahwasannya keselamatan hanya akan diterima oleh orang-orang yang mau menerimanya, keselamatan tidak mungkin dinikmati oleh mereka yang memang benar-benar secara sengaja menolak dan menolaknya.
Sebaliknya, bagi orang-orang yang mau mengandalkan Tuhan Allah dalam setiap hidupnya, Tuhan akan membantu dan menolong mereka, bahkan bila harus berhadapan dengan oknum-oknum pemerintah yang korup dan semena-mena, sebagaimana kita renungkan kemarin. Mengandalkan Tuhan Allah dalam setiap langkah hidup adalah perilaku beriman; bukan tindakan dan pekerjaan yang ditonjolkan, melainkan kepercayaan akan Allah, bahwa Allah membuat segala yang baik, tepat pada waktunya. Sekali lagi Paulus dalam bacaan pertama menandaskan bahwa iman benar-benar mendatangkan keselamatan sebagaimana dinikmati oleh Abraham bapa kita. 'Abraham dan keturunannya akan memiliki dunia, karena kebenaran, berdasarkan iman yang dihayatinya. Kebenaran berdasarkan iman adalah kasih karunia, dan berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham'.
 
 
Oratio :
 
Yesus Tuhan, kami bersyukur kepadaMu karena kasihMu kepada kami, Engkau pun menaburkan iman kepercayaan kepadaMu, agar kami selalu berani mendekatkan diri kepadaMu. Semoga iman dan kepercayaan kami semakin hari semakin bertumbuh dan menghasilkan banyak buah.
Yesus, teguhkanlah mereka yang mulai goyah imannya, hanya karena  kegagalan berusaha mendapatkan nafkah yang lebih besar.
Santa Teresa, engkau unggul dalam memahami kehendak Tuhan, ajari dan teguhkanlah kami dengan doa-doamu agar kami kedapatan setia sampai akhir jaman dan menikmati kemuliaan bersamamu. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening