Sabtu Pekan Biasa XXX

29 Oktober 2011
Rom 11: 11-12  +  Mzm 94  +  Luk 14: 1.7-11
 
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Yesus sendiri melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
 
 
Meditatio :
'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.
Penyataan Yesus yang disampaikan pada waktu hari Sabat, ketika Dia datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Mereka semua mengamat-amati, karena memang Yesus sudah dikenal sebagai seorang Guru yang suka melanggar hari Sabat. Inilah kesempatan untuk mencecar Yesus dengan aneka pertanyaan guna menjebakNya.
Sebaliknya Yesus sendiri melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, lalu Ia mengatakan perumpamaan tentang pesta perkawinan. Yesus menegaskan:  'barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. 'Berilah tempat ini kepada orang itu' adalah sebuah ucapan yang tidak mengenakkan mungkin untuk didengar, tetapi bisa saja terjadi, bila memang kita tidak bisa menempatan diri sebagaimana adanya.
Yesus meminta demikian, karena memang kita semua diundang untuk menikmati keselamatan ilahi yang hanya kita dapatkan, bila memang kita mengikuti teladan hidupNya, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menjadi tebusan bagi sesame. Merendahkan dan merundukkan diri di hadapan Tuhan, karena memang Dialah Raja, Dia bertakhta dalam kemuliaan kekal, patutlah kalau kita bersujud dan menyembah Dia; tetapi Dia pula hadir dalam diri sesame kita, dalam aneka peristiwa keseharian kita. Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwa, dan cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri.
Duduk di barisan depan dalam peristiwa-peristiwa pesta sukaria memang sudah banyak dihindari banyak orang. Namun tak sedikit orang begitu mudah mengukirkan nama dalam peristiwa-peristiwa menomental, bukan dengan mendirikan tugu, melainkan dengan aneka asersoris dengan mencantumkan nama, dan bahkan tak segan-segan menampilkan foto diri dengan aneka warna. Tidak ada yang salah; yang kiranya malahan semuanya sebagai kesempatan untuk menyampaikan berita dan kabar kepada orang untuk siap sedia berbagi dalam kasih.
Tidak ada yang salah!
Apakah karena tindakan itu, 'Allah mungkin akan menolak umat-Nya?', sebagamana kita renungkan dalam bacaan pertama tadi?  'Sekali-kali tidak! Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu'. Segala keterbatasan dan kelemahan umat yang dikasihiNya, malahan dipakai oleh Allah untuk menunjukkan belaskasih dan cintaNya. 'Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya', walau umat yang dikasihiNya membelot dan melawan Dia. Sebagaimana kita renungkan kemarin, kemauan dan keinginan manusia tidak akan mengubah rencana dan kehendak Allah untuk menyelamatkan seluruh ciptaanNya.
 
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus,  Engkau mengajar dan meminta kami untuk selalu berani merendahkan diri di hadapanMu dan diri sesama. Engkau meminta kami, karena Engkau menghendaki agar kami selamat.  Ya Tuhan, ajarilah kami selalu menemukan  Engkau dalam hidup sehari-hari. Amin.
 
 
Contemplatio :
          'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening