Selasa Pekan Biasa XXVIII

11 Oktober 2011
Rom 1: 16-25  +  Mzm 19  +  Luk 11: 37-41
 
 
 
 
Lectio :
Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu".
 
 
Meditatio :
Kopros kali Yesus ini!
Mungkin seperti itu komentar orang-orang Farisi terhadap Yesus yang 'tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan'.  Mereka semua dibuatNya terheran-heran. Secara sengaja diperbuat Yesus, karena memang Dia mempunyai maksud tertentu.
Kata Yesus kepada mereka, orang-orang Farisi: 'kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan'. Mereka ini bertindak sungguh-sungguh munafik, mereka hanya mencari muka terhadap orang-orang yang dilayaninya (Mat 23: 2-7), mereka benar-benar ingin dilayani dan bukannya melayani, mereka hanya mencari penghormatan. Kemunafikan amat bertentangan dengan cinta kasih, sebagaimana dikehendaki Yesus.
Namun kiranya tidak ada istilah terlambat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. 'Berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu' pinta Yesus. Inilah tanda pertobatan bagi setiap orang: berani berubah dan berbalik dari tindakannya, yang hanya mencari kepuasan diri sendiri. Yesus meminta mereka untuk berubah, sebab di hadapan Tuhan Allah, kita tidak bisa berbohong, kita tidak bisa menipu. Secara sengaja Yesus tidak mencuci tanganNya sebelum makan, bukan karena Dia tidak memperhatikan aturan kesehatan, melainkan Dia tahu apa yang terjadi pada diri orang-orang yang dikasihiNya. 'Bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?'.
Pertobatan mengembalikan setiap orang kembali kepada posisi awal, sebagai orang-orang yang dikasihi Allah, orang-orang yang mau merasakan kasih Allah, orang-orang yang percaya kepadaNya; dan mereka yang percaya dan beriman kepadaNya akan diselamatkan. Kiranya iman Paulus dalam bacaan pertama juga menjadi iman kepercayaan kita. 'aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman". Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman'.
Saya adalah orang yang munafik!
Kita harus berani mengatakannya. Mungkin kita sekarang sudah terbiasa mencuci tangan sebelum makan, mencuci kaki sebelum tidur, membersikan piring dan peralatan makan lainnya. Kita sudah terbiasa. Mungkin kita juga akan menegur Yesus, yang menikmati aneka makanan dan tidak pilih-pilih (Mat 11: 19). Kita menegurNya, karena Yesus bertindak tidak sesuai dengan pikiran dan kemauan kita: mengapa Yesus menikmati semua makanan yang ada, bukankah makanan ini dan makanan itu jahat?
Manakah yang jahat, makanan ini atau memang kita sendiri yang memang tidak mau membatasi diri? Apalah arti suatu makanan, kalau memang kita tidak menikmatinya? Adakah makanan, kalau memang kita tidak mengadakannya? Tak jarang, saya juga bertindak munafik, karena saya begitu mudah menyalahkan orang lain; makanan yang diperlukan tubuh disalahkan juga.
Saya egois. Saya juga mudah menyalahkan segala yang di luar diri saya. Saya hanya mengutamakan penampilan diri dan mencari perhatian dari orang lain. Saya munafik, karena seperti dikatakan dalam bacaan pertama tadi: 'sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh'.
 
 
Oratio :
 
Yesus, seringkali kami berpura-pura di hadapan banyak orang, karena hanya untuk mencari keamanan diri, malahan mencari penghormatan diri. Teguhkanlah hati kami yang Yesus, agar kami selalu bertindak jujur dengan tidak menipu mereka, sesame kami, terlebih terhadap Engkau sendiri.  Amin.
 
 
Contemplatio :
          Aku datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening