Senin Pekan Biasa XXVIII

10 Oktober 2011
Rom 1: 1-7  +  Mzm 98  +  Luk 11: 29-32
 
 
 
 
Lectio :
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
 
 
 
Meditatio :
'Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'.
 Pernyataan Yesus ini menanggapi orang-orang yang meminta bukti ataupun tanda, yang menyatakan siapakah diriNya. Apakah Orang Nazaret ini adalah Mesias, Elia baru yang mereka nanti-nantikan?  Kehadiran Yesus sendiri menjadi tanda bagi mereka. 'Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'. Secara implisit Yesus menegaskan siapakah diriNya, bahwa sungguh benar 'yang ada di sini lebih dari pada Salomo ataupun  Yunus!'.
Walau tak dapat disangkal kehadiran mereka semua, para nabi, termasuk Yunus dan Salomo, juga mempersiapkan jalan bagi sang Empunya kehidupan, yang hendak menyapa umatNya secara langsung dan lebih dekat. Pewartaan para nabi tentang Dia, yang akan datang, tidak banyak dimengerti oleh banyak orang; pengenalan mereka berhenti pada keberadaan nabi itu sendiri. Karena itu, Paulus dalam bacaan pertama tadi mengingatkan: 'Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabiNya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita'. Bersyukurlah kita yang percaya kepada Kristus yang adalah tanda kehadiran  Allah sendiri; dan berkat pengenalan ini, kita menjadi orang-orang yang beruntung, sebagaimana yang kita renungkan hari Minggu kemarin.  'Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus'.
Yesus secara implisit menanyakan mengapa mereka meminta tanda, mengapa mereka meragukan diriNya? Penglihatan secara kasad mata memang belum tentu memberi kepuasan jiwa. Bukankah mereka semua sudah melihat dan mengalami apa yang dikerjakan dan diperbuat oleh Yesus? Bukankah mereka juga telah menikmati pelbagai mukjizat yang dikerjakanNya?
Sebenarnya secara implisit Yesus juga menyatakan bahwa hendaknya semua orang telah melihat dan mendengar diriNya, bahkan berjumpa bersamaNya, percaya kepadaNya, bukan kepada tanda-tanda yang dibuatNya, melainkan kepada  apa yang disabdakanNya; bukan pula dimaksudkan  agar diriNya ingin diagung-agungkan dan dihormati, melainkan karena yang disampaikanNya adalah kehendak Bapa di surge, yang memang menginginkan agar semua orang beroleh selamat. Akulah jalan kebenaran dan hidup, dan tidak ada sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.
 
 
Oratio :
 
Yesus, ingatkanlah kami selalu untuk mengucap syukur kepadaMu atas rahmat kasihMu, yang membuat kami semakin mengenal Engkau. Semoga pengenalan kami akan Engkau mengubah warna hidup kami, sehingga semakin sesuai dengan kehendakMu, yakni sebagai manusia baru. Amin.
 
 
Contemplatio :
          Terpujilah Engkau ya Tuhan Yesus.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening