Senin Pekan Biasa XXX

24 Oktober 2011
Rom 8: 12-17  +  Mzm 68  +  Mat 13: 10-17
 
 
 
 
Lectio :
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.  Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."  Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.
 
 
Meditatio :
'Hai ibu, penyakitmu telah sembuh'.
Kata Yesus kepada seorang perempuan, yang telah delapan belas tahun dirasuk roh, sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak, sambil meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Perempuan itu memuliakan Allah dengan penuh syukur dan terima kasih, sebab memang demikianlah seharusnya setiap orang dalam menerima kasih karunia Allah; kasih karunia diberikan oleh Allah Tuhan kita Yesus, agar kita semakin berani mendekatkan diri kepadaNya. Hal seperti ini jugalah yang dilakukan oleh seorang Samaria, ketika beroleh kesembuhan ' dia kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring' (Luk 17: 15). Kasih karunia Allah adalah undangan Yesus sendiri, agar kita semakin berani datang kepadaNya. Dia membuat segalanya baik adanya.
'Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat'.
Teriak seorang kepala rumah ibadat yang gusar, karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Teriakan itu ditujukan kepada orang banyak, dan bukan kepada Yesus. Pasti tidak berani dia. Orang-orang kecil,  yang akhirnya sering menjadi sasaran amuk para petinggi masyarakat, bila berhadapan dengan kebenaran. Mereka tidak berani berhadapan langsung dengan kebenaran itu. Inilah ciri khas pemimpin-pemimpin gila: mengorbankan orang lain untuk mengamankan dirinya, bukankah mereka punya kuasa dan harta?
Yesus mengetahui maksud teriakan orang itu, dan secara sengaja Dia langsung menegur orang-orang yang ada di sekitarNya, yakni mereka yang membentengi kepala rumah ibadat tadi, kataNya: 'hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?'.  Apakah  menggiring lembu-lemb bukan suatu pekerjaan? Inilah kemunafikan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Sebenarnya, keusilan mereka ini hanyalah akibat dari ke-tidak-ada-hati-an mereka terhadap Yesus. Ke-tidak-ada-hati-an kita terhadap seorang saudara yang ada di samping kita meniadakan dia, minimal segala yang diperbuatnya adalah salah.
Kalau mau diperpanjang, orang memang mudah mengasihani hewan piaraan daripada sesamanya; karena hewan selalu meng-ok-kan kemauannya dan memberi kepuasan dan hiburan, hewan hanya bisa memberi keuntungan, sedangkan sesame kita tidaklah demikian, mereka masih sempat berbeda pendapat. Beberapa keluarga juga, yang berternak babi harus bangun pagi membuatkan makanan untuk piaraannya dan memandikan mereka, tetapi membiarkan anak kandungnya menangis kedinginan; mereka menelantarkan anak-anak mereka yang hendak pergi ke sekolah. Seekor babi bisa dijual dan menghasilkan uang, tidaklah demikian dengan sang buah hati, katanya,  yang dianggap menjadi beban. Ini keterlaluan! Kalau binatang piaraan aja mendapat perhatian, terlebih-lebih 'perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?', dan 'Aku bertanya kepada kamu: manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?' (Luk 6: 9).
Yesus menyatakan kebenaran Allah, dan mereka semua yang percaya akan Allah 'bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukanNya'.
Kita semua adalah orang-orang yang mempunyai hati kepada Yesus.  Kita pun adalah orang-orang yang percaya akan Allah, yang 'bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya'. Hari demi hari kita pun semakin sadar akan martabat luhur yang kita terima, sebagaimana dikatakan Paulus dalam bacaan pertama tadi, bahwa 'kita semua adalah orang-orang, yang dipimpin Roh Allah, kita adalah anak Allah, dan berani berseru: "ya Abba, ya Bapa!", yang semuanyaa itu membuat kita menjadi ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia'.
          Bila demikian, kiranya keselamatan sesame kita, terlebih mereka yang sakit dan berkekurangan, seharusnya semakin menjadi perhatian hidup kita. Bukankah Kristus juga sendiri mengingatkan kitadalam Injil hari Minggu kemarian: cinta kasih kita kepada Tuhan Allah, hendaknya mengalir dalam perhatian kita terhadap sesame. Kalau kita pun berani memanggil Tuhan sebagai Abba ya Bapa, demikian juga kita harus berani  memanggil dan menerima sesame kita sebagai saudara.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus, bantulah kami dalam mempertajam hati kami untuk memberi perhatian kepada sesame, terlebih mereka yang menderita. Kiranya keselamatan orang lain menjadi perhatian hati dan budi kami. Kiranya semuanya itu menjadi rasa terima kasih kami kepadaMu, yang telah mengangkat kami menjadi ahli-ahli waris KerajaanMu. Amin.
 
 
Contemplatio :
'Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?' .
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening