Senin Pekan Biasa XXXI

31 Oktober 2011
Rom 11: 29-36  +  Mzm 69  +  Luk 14: 12-14
 
 
 
 
Lectio :
Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."
 
Meditatio :
'Engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'.
Balasan inilah yang akan kita peroleh, 'apabila kita mengadakan perjamuan, mengundang orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta; kita akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepada kita'. Ganjaran akan kita terima dari Tuhan Allah sendiri, sang Empunya kehidupan pada hari kebangkitan orang-orang benar. Apa ganjaran daripadaNya? Tidak disebutkan secara gamblang oleh Yesus; tetapi kiranya bukan lagi berbentuk materi-finansial, karena memang kita tidak memerlukan lagi, kita pasti akan balik diundang dalam pesta perjamuan abadi bersama-sama orang-orang benar menikmati keselamatan.
Sebaliknya, 'apabila kita mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, dan mengundang sahabat-sahabat atau saudara-saudara atau kaum keluarga atau tetangga-tetangga yang kaya, mereka pasti akan membalas dengan mengundang kita pula dan dengan demikian kita akan langsung mendapat balasnya'. Dan inilah yang kiranya menjadi focus perhatian sekarang ini; pesta syukur disibukkan dengan persoalan undang-mengundang. Mereka yang mengadakan pesta disibukkan dan bahkan dijadikan pusing memikirkan siapakah yang harus diundang, sebaliknya mereka yang menerima undangan juga dibuatnya repot dan gelisah.
Namun Yesus dengan pernyataanNya tadi bukanlah membahas soal undangan pesta. Yesus hanya mengingatkan kita semua, para muridNya, agar bersikap sukarela, ikhlas dan tanpa pamrih dalam berbuat baik kepada sesame. Saya berbuat baik, bukan ada maksud ini dan itu; saya berbuat baik karena memang saya terpanggil untuk berbagi kasih, sebagaimana Allah telah mengawalinya dalam diri saya. Sebagaimana 'Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya', seperti dikatakan dalam bacaan pertama tadi, yang semuanya dilakukan hanya karena Allah itu adalah kasih, demikianlah kita dalam berbuat baik terhadap orang lain. Saya berbagi kasih karena Kasih itu sendiri. Itulah kemauan Allah!
Paulus menuliskannya dengan indahnya: 'O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!'.
 
 
Oratio :
 
Yesus Kristus,  Engkau buatlah kami bertindak dan melakukan segala sesuatu hanya karena kasih, sebab semuanya itu berkenan kepadaMu dan membuat kami pun tenang.  Amin.
 
 
Contemplatio :
            'Engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening